Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

BPBD Labuhanbatu Bertransformasi, Pemkab Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Johan Panjaitan • Senin, 19 Januari 2026 | 14:30 WIB
Sekdakab Labuhanbatu memimpin Apel Gabungan Kelompok I di Lapangan BKPP (Fajar/Sumut Pos)
Sekdakab Labuhanbatu memimpin Apel Gabungan Kelompok I di Lapangan BKPP (Fajar/Sumut Pos)

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersiap melakukan transformasi organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam, khususnya di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem.

Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Hasan Heri Rambe menyampaikan bahwa penataan BPBD ke depan akan merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2025, yang mengatur klasifikasi BPBD menjadi tipe A, B, dan C sesuai karakteristik wilayah dan beban kerja.

“BPBD Kabupaten Labuhanbatu akan menyesuaikan dengan kondisi wilayah, identitas perangkat daerah, serta beban tugas berdasarkan fungsi yang ada,” ujar Hasan saat memimpin Apel Gabungan Kelompok I di Lapangan BKPP, Senin (19/1).

Menurut Hasan, pembenahan struktur organisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyempurnakan tata kelola perangkat daerah agar penanganan bencana berjalan lebih terukur, efektif, dan responsif terhadap kondisi geografis Labuhanbatu.

Seiring dengan langkah reformasi birokrasi tersebut, Pemkab Labuhanbatu juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem. Tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir dinilai berpotensi memicu banjir dan genangan air yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Sekda menegaskan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.

“Saya mengajak kita semua meningkatkan kepedulian. Langkah sederhana namun berdampak besar adalah bergotong royong membersihkan lingkungan, terutama memastikan saluran air dan parit bebas dari sumbatan sampah,” tegasnya.

Menutup rangkaian apel, Hasan menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan daerah. Sebagai bentuk kepedulian internal, kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian tali asih kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna bakti serta ASN yang tengah tertimpa musibah.

“Melalui semangat gotong royong, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas dan tanggung jawab sosial sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#cuaca eksrem #transformasi #bpbd #bencana