Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pejabat Eselon II Terpilih Hasil Lelang Jabatan di Binjai Diduga Tidak Sehat

Johan Panjaitan • Rabu, 21 Januari 2026 | 14:45 WIB
Massa aksi saat menggeruduk Balai Kota Binjai di Jalan Sudirman. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
Massa aksi saat menggeruduk Balai Kota Binjai di Jalan Sudirman. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Binjai, Wahyu Umara diduga sedang dalam kondisi tidak sehat saat mengikuti seleksi hingga akhirnya terpilih sebagai pejabat eselon II. Dugaan itu terungkap dari orasi aksi massa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai saat menggeruduk balai kota di Jalan Sudirman, Rabu (21/1/2026).

Massa menyampaikan orasinya bahwa Kadis PUTR Binjai terpilih adalah pejabat titipan dari luar. "Sementara banyak sumber daya manusia di Kota Binjai yang layak," ungkap Koordinator Aksi, Oza Hasibuan.

"Hasil lelang Kadis PU, penuh indikasi kecurangan, yang mana kita ketahui bahwasanya ada dugaan manipulasi administrasi. Kami meminta kepada Wali Kota, Ketua Pansel, Kepala BKD, dan juga Dirut Rumah Sakit Djoelham untuk memberi penjelasan," sambungnya.

Orasi massa diterima pejabat di Pemko Binjai dan menyampaikan aspirasinya secara langsung di ruang rapat. Usai diskusi, Oza menambahkan, Tim Pansel yang diwakili Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Binjai menilai bahwa hal tersebut sah secara undang-undang.

Artinya, tidak masalah ketika pejabat bukan dari Binjai mengikuti lelang jabatan tersebut. "Tapi hal yang mendasar terlalu dipaksakan, sementara di Binjai banyak yang sehat," ungkapnya.

Soal dugaan tidak sehat, menurut Oza, RSUD Djoelham tidak dapat menyampaikan secara utuh. "Kita menduga ada praktik nepotisme dalam proses lelang jabatan ini. Dan soal kesehatan pejabat terpilih, tidak bisa menjawab dan dalam rahasia jawabannya," bebernya.

Bagi Oza, hal ini disesalkannya. "Mereka tidak mau evaluasi dan malah menjawab rahasia. Kita akan lanjut lagi dengan aksi yang lebih besar," serunya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Djoelham, dr Romy Ananda memilih bungkam saat dikonfirmasi dugaan pejabat eselon II terpilih dalam keadaan tidak sehat. Begitu juga saat disoal rekam medis Kadis PUTR Binjai terpilih, Romy memilih diam.

Sikap serupa juga disampaikan Wahyu Umara, sebagai pejabat terpilih dalam hasil lelang jabatan yang duduk pada kursi strategis Dinas PUTR Binjai. Sejak awal mengikuti seleksi hingga terpilih, Wahyu memang sulit menjawab konfirmasi wartawan. (ted)

Editor : Johan Panjaitan