TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com– Kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan III, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebuah mobil penumpang Toyota Avanza BK 1657 ABP tertabrak Kereta Api Sri Billah Utama tujuan Rantau Prapat- Medan, mengakibatkan 9 korban tewas.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Utara Kombes Pol Firman Darmansyah turun langsung meninjau tempat kejadian perkara, Rabu malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Peninjauan dilakukan bersama sejumlah pejabat Polda Sumut, di antaranya Kombes Ferry Walintukan, serta didampingi Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya dan Kasatlantas AKP Lidya beserta jajaran.
Di RS Bhayangkara Tebingtinggi, Kombes Pol Firman Darmansyah menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka atas peristiwa ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu, guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Dari sembilan korban jiwa, pengemudi mobil, Abdul Kadir Al Jaelani (42), warga Lingkungan VII Pasar IV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, sempat mendapat perawatan di IGD RS Bhayangkara sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara delapan penumpang lainnya meninggal di lokasi kejadian, masing-masing Rizal (59), Daratul Laila (50), Risnawati (57), Asrah (sekitar 80), Sri Devi (sekitar 41), serta dua anak-anak Muhammad Hafiz (4) dan Muhammad Rafka Attaqih (sekitar 6). Seluruhnya berasal dari wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan.
Tangis keluarga pecah saat jenazah korban diberangkatkan dari ruang jenazah RS Bhayangkara sekitar pukul 01.30 WIB. Suasana duka menyelimuti rumah sakit, lantaran keluarga dan kerabat telah menunggu sejak malam hari, baik yang datang dari Medan maupun Tebing Tinggi.
Mahyuni, salah satu keluarga korban, mengungkapkan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan rajin bersilaturahmi. Sebelum kecelakaan, rombongan korban baru saja menghadiri undangan di Kabupaten Batu Bara dan berencana menjenguk keluarga di Tebing Tinggi.
“Kami sempat melihat kabar di media sosial dan berharap itu tidak benar. Kami menunggu, berharap mereka datang. Tapi ternyata kabar itu benar,” ujarnya dengan suara bergetar.
Seluruh jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka dengan tujuan berbeda. Sebagian dibawa ke Medan Marelan dan sebagian lainnya ke Tanjung Morawa. Proses pemulangan dilakukan menggunakan sembilan unit ambulans.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan