Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dinas Pangan Jadi Perumus Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan Labuhanbatu

Johan Panjaitan • Senin, 26 Januari 2026 | 18:45 WIB

Staf Ahli Bupati pimpin Apel Gabungan Kelompok I di lingkungan Pemkab  Labuhanbatu. (Fajar/Sumut Pos)
Staf Ahli Bupati pimpin Apel Gabungan Kelompok I di lingkungan Pemkab Labuhanbatu. (Fajar/Sumut Pos)

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita menegaskan peran strategis Dinas Pangan sebagai garda depan perumusan kebijakan ketahanan pangan daerah. Penegasan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Bupati, M. Rizaldi Rambe, saat memimpin Apel Gabungan Kelompok I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, yang digelar di Lapangan Diklat BKPP, Senin (26/1).

Dalam arahannya, Rizaldi menyampaikan bahwa Dinas Pangan memiliki tugas vital dalam membantu Bupati menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pangan melalui koordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah. Peran ini, kata dia, telah diatur secara jelas dalam Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun 2021.

“Dinas Pangan tidak hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi juga menjadi perumus kebijakan strategis, mulai dari koordinasi, evaluasi, hingga pelaporan di bidang ketahanan pangan. Termasuk melaksanakan tugas-tugas lain sesuai arahan pimpinan,” ujar Rizaldi.

Baca Juga: Simak! Ini Tanda-Tanda Ginjal Bermasalah, Jangan Terlambat

Lebih lanjut, Rizaldi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya pada sektor pangan. Ia meminta Dinas Pangan memperkuat sinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, serta Satgas MBG Kabupaten Labuhanbatu.

Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan terintegrasi, sekaligus meningkatkan efektivitas pemantauan harga komoditas di pasar. Terutama dalam memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET).

Menutup arahannya, Rizaldi mengingatkan seluruh jajaran akan tantangan besar yang sudah di depan mata, mengingat bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Februari, disusul Idul Fitri pada Maret 2026.

“Waktunya sangat dekat. Karena itu, persiapan harus dilakukan sejak sekarang, mulai dari ketersediaan stok, kelancaran distribusi, hingga stabilisasi harga pangan di seluruh wilayah Kabupaten Labuhanbatu,” pungkasnya. (fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#dinas pangan #Kabupaten Labuhanbatu #ketahanan pangan