BINJAI, Sumutpos.jawapos.com– Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai, Wahyu Umara, mengakui bahwa dirinya harus menjalani hemodialisis (cuci darah) dua kali dalam sepekan. Meski demikian, kondisi kesehatan tersebut tidak menghalanginya mengikuti proses lelang jabatan hingga dinyatakan lolos administrasi dan terpilih menduduki jabatan strategis yang mengurusi sektor pembangunan di Kota Binjai.
Dalam persyaratan lelang jabatan, setiap peserta wajib memenuhi ketentuan sehat jasmani dan rohani, yang dibuktikan melalui surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. Menanggapi hal itu, Wahyu menegaskan bahwa ia tetap memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan panitia seleksi.
“Iya benar, jadwal HD saya hari Rabu dan Sabtu. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan,” ujar Wahyu, belum lama ini.
Isu kondisi kesehatan pejabat eselon II terpilih tersebut sebelumnya mencuat dalam aksi unjuk rasa sekelompok mahasiswa pada Rabu (21/1/2026). Dalam aksinya, massa mempertanyakan kelayakan Wahyu yang dinilai tidak memenuhi syarat kesehatan, sekaligus mengkritik jawaban Tim Panitia Seleksi (Pansel) yang dianggap tidak menjawab substansi persoalan.
Mahasiswa bahkan sempat mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa lebih besar. Namun hingga Selasa (27/1/2026), rencana tersebut belum terealisasi.
Dalam orasinya, massa menduga Wahyu tidak hadir saat pemeriksaan kesehatan dan bahkan menuding adanya praktik pembayaran agar dapat absen dari tes medis demi meloloskan syarat administrasi lelang jabatan.
Tudingan tersebut dibantah tegas oleh Wahyu. Ia memastikan dirinya hadir langsung menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur.
“Terkait tes kesehatan, saya hadir secara langsung ke RS Djoelham,” tulis Wahyu saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi kesehatannya berada dalam keadaan stabil dan tidak seperti yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa.
“Kondisi kesehatan saya stabil. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan,” tambahnya.
Nama Wahyu Umara sendiri menjadi sorotan publik karena merupakan pejabat pindahan dari luar Kota Binjai. Ia masuk ke lingkungan Pemerintah Kota Binjai tanpa banyak sorotan, namun kemudian terpilih menduduki jabatan Kepala Dinas PUTR.
Wahyu merupakan lulusan sarjana teknik dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUTR Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam proses seleksi, ia unggul dari tiga kandidat lainnya, yakni Achmad Haryansyah Siregar (Kabid Pengairan Dinas PUTR Binjai), Avro Wibowo (Kabag Administrasi Pemerintahan Setdako Binjai), dan Dasar Martinus Sembiring.
Berdasarkan hasil penilaian, Wahyu memperoleh nilai makalah 84,3 dan wawancara 85,5, tertinggi di antara para pesaingnya.
Selain Wahyu, publik juga menyoroti keberadaan pejabat “impor” lainnya yang terpilih melalui lelang jabatan, yakni Irsan Firdaus, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Binjai.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan