TEBINGTINGGI, Sumutpos.jawapos.com– Rentetan kecelakaan di perlintasan kereta api membuat semua pihak bergerak cepat. Pemerintah Kota Tebing Tinggi bersama Balai Teknik Perkeretaapian Indonesia Tingkat I Medan resmi meneken nota kesepakatan (MoU) untuk memperketat pengamanan jalur rel, Selasa (10/2/2026).
Polres Tebing Tinggi pun tak tinggal diam. Kapolres melalui Kasat Lantas AKP Lidya hadir langsung di lokasi penandatanganan yang digelar di Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir — titik yang sebelumnya menjadi lokasi kecelakaan maut antara kereta api dan mobil Avanza pada 21 Januari lalu.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri langsung Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih, Kepala Teknik Balai Perkeretaapian Indonesia Tingkat I Medan, perwakilan Dandim 0204 DS, Danyon B Brimob Polda Sumut, Jasa Raharja, Sekdako Erwin Damanik, Kadishub, camat, lurah, serta jajaran Pemko lainnya.
Baca Juga: Empat Kepala Seksi Baru Resmi Dilantik, Kejari Deliserdang Dorong Penguatan Integritas
Langkah ini disebut sebagai gerakan serius untuk menekan risiko kecelakaan di tujuh titik perlintasan sebidang yang dinilai rawan di wilayah Kota Tebing Tinggi.
Pihak Balai Perkeretaapian menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar seremonial. Ada sejumlah poin penting yang menjadi fokus, mulai dari pengamanan jalur dan stasiun, perlindungan aset kereta api, penertiban area sekitar rel, hingga pencegahan gangguan kamtibmas.
Wali Kota Tebing Tinggi menyatakan dukungan penuh atas langkah tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan tidak nekat menerobos perlintasan, mengingat potensi bahaya yang bisa terjadi dalam hitungan detik.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pengamanan perlintasan rel kini menjadi perhatian serius lintas instansi. Tujuannya satu: menekan angka kecelakaan dan menyelamatkan nyawa pengguna jalan.
Dengan MoU ini, Pemko Tebing Tinggi dan Balai Perkeretaapian berharap sistem pengamanan di perlintasan kereta api bisa semakin ketat, tertib, dan mampu mencegah tragedi serupa terulang kembali.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan