Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sumut Juara 1 Peredaran Narkoba, Kesbangpol Sumut Tegaskan Komitmen Perkuat Koordinasi dengan BNN

Juli Rambe • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:25 WIB

Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono. (Dok: istimewa)
Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menegaskan komitmennya dalam menanggulangi peredaran narkoba yang masih menjadi persoalan serius di daerah ini. 

Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono, mengatakan bahwa Pemprovsu tidak menutup mata terkait rilisan BNN yang menyatakan Sumatera Utara menjadi wilayah dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

Mulyono mengatakan, pihaknya tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan dan pencegahan narkoba terus dilakukan secara maksimal melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami berkomitmen untuk bekerja secara maksimal dan terus berkoordinasi dengan BNN serta seluruh stakeholder yang ada. Penanganan narkoba ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersama-sama,” ujar Mulyono saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, tantangan dalam memberantas narkoba memang tidak mudah. Selain jaringan yang terus berkembang, peredaran narkotika juga memanfaatkan berbagai celah, baik dari sisi geografis maupun sosial.

Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya penindakan, tetapi juga pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah persoalan ini merupakan isu yang berulang setiap tahun, Mulyono menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan selama ini bukanlah sekadar pengulangan tanpa hasil.

Ia menilai, ada sejumlah faktor yang memengaruhi, termasuk optimalisasi data dan pemetaan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan di masa sebelumnya.

“Bukan berarti ini upaya yang berulang tanpa hasil. Bisa jadi sebelumnya data yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal. Ke depan, kami ingin memastikan setiap data yang dimiliki bisa menjadi dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan sinergi antar lembaga menjadi kunci utama. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga keluarga memiliki peran penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Ini tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam upaya pencegahan, termasuk melaporkan jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya,” tegas Mulyono.

Kesbangpol Sumut, lanjutnya, juga akan mendorong program-program yang menyasar generasi muda sebagai kelompok yang rentan terpapar narkoba. Edukasi, sosialisasi bahaya narkotika, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang.

Dengan langkah kolaboratif tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan secara signifikan. Mulyono menegaskan, pihaknya tidak ingin label negatif terus melekat pada Sumut dan akan terus bekerja keras untuk memperbaiki kondisi tersebut.

“Kami tidak ingin Sumatera Utara dikenal karena tingginya angka narkoba. Justru ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras dan lebih terarah,” pungkasnya.(san/ram)

Editor : Juli Rambe
#Sumut tertinggi peredaran narkoba #Kesbangpol Sumut #peredaran narkoba di Sumut