Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Yayasan & Pemilik SPPG Sidikalang 3 Berharap BGN Beri Kesempatan Kembali Mengabdi

Juli Rambe • Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:03 WIB

JELASKAN: Pemilik SPPG Sidikalang 3,  Delphi Masdiana Ujung dan perwakilan Yayasan Vidia Wira Satia, Pana Akbar Simatupang memberikan penjelasan, Jumat (27/2/2026). (Dok: Rudy Sitanggang/Sumut Pos)
JELASKAN: Pemilik SPPG Sidikalang 3, Delphi Masdiana Ujung dan perwakilan Yayasan Vidia Wira Satia, Pana Akbar Simatupang memberikan penjelasan, Jumat (27/2/2026). (Dok: Rudy Sitanggang/Sumut Pos)

 

DAIRI, SUMUT POS- Perwakilan Yayasan Vidia Wira Satia, Pana Akbar Simatupang dan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3, Delphi Masdiana Ujung, berharap kepada Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kesempatan kembali bisa mengabdi sebagai mitra pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu diungkapkan keduanya, saat memberikan keterangan dan mengungkap kronologi diduga keracunan makanan bergizi gratis menimpa ratusan pelajar SMK swasta HKBP dan SMK Sidikalang awal bulan Februari 2026 lalu.

Kepada wartawan, Jumat (27/2/2026), pemilik SPPG Sidikalang 3 beralamat di jalan Palapa No 7 Sidikalang, Delphi Masdiana Ujung, menyampaikan, permohanan maaf kepada semua pelajar dan orangtua SMK swasta HKBP dan SMK swasta Arina Sidikalang, yang diduga menjadi korban keracunan MBG. 

Delphi mengaku, seluruh jajaran SPPG Sidikalang 3, sangat shock dan terpukul atas kejadian ini.

"Apalagi, ada anak-anak kita di 2 sekolah yang mengalami sakit, dan dapur ini ditutup sehingga relawan kita harus dirumahkan," ujarnya.

Delphi menjelaskan, pihaknya juga ingin memberikan kronologi kejadian yang sebenarnya. 

"Kenapa baru sekarang kami beri penjelasan? Karena kami menyadari, jika disaat suasana masih panas atau lagi viral, penjelasan apapun kami berikan tidak akan bisa berterima sebab kondisi masih panik, sehingga kami pikir kurang etis," jelasnya.

Walaupun begitu, Delphi mengataman pihamnya berempati dengan menelpon pihak rumah sakit. 

"Kita juga mengerahkan relawan untuk ikut membantu membawa anak-anak ke rumah sakit," ucap Delphi.

Delphi menyebut, bukan maksud untuk pembenaran, berdasarkan penjelasan chef atau juru masak serta staf dari BGN, kejadian keracunan sampai sekarang masih belum bisa dipercaya.

"Sebab, pengawasan berjalan baik. Baik dari kami selaku SPPG atau pemilik dapur, juga dari BGN. Karena, setiap SPPG, BGN menempatkan 3 orang staf yakni Kepala SPPG, Akuntan dan Ahli Gizi serta dibantu 47 orang relawan kita,"ujarnya. 

Para relawanpun bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Mulai dari pra masak, pengolahan, packing hingga distribusi MBG ke penerima manfaat atau sekolah.

"Begitu juga terhadap 47 relawan kita, mereka telah memiliki sertifikat penjamah makanan. Mereka juga sudah memeriksakan kesehatan di Puskesmas Hutarakyat sesuai aturan dari BGN," jelasnya. 

Delphi mengungkapkan, SPPG Sidikalang 3 melayani 19 sekolah dengan jumlah penerima mamfaat sebanyak 3.276 orang, sebutnya. 

Investigasi dan evaluasi sudah dilakukan BGN dan Dinas Kesehatan. Mereka telah memeriksa sebanyak 16 CCTV yang ada di SPPG tersebut. 

"Kami berharap, berdasarkan investigasi dilakukan BGN, kami bisa dipercaya lagi untuk berbakti. Sehingga SPPG buka dan para relawan kita bisa bekerja kembali. Untuk bersinergi dengan BGN mensukseskan program strategis nasional dimaksud," ungkap Delphi Masdiana Ujung.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMK swasta HKBP dan SMK swasta Arina Sidikalang diduga keracunan setelah menyantap MBG. 

Atas kejadian itu, BGN telah menutup sementara SPPG Sidikalang 3. Dan Pemkab Dairi telah mengumumkan secara resmi hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara beberapa waktu lalu. (rud/ram)

Editor : Juli Rambe
#Pemilik sppg dairi 3 #Mbg di dairi #Keracunan MBG #Mbg