TAPSEL, Sumutpos.jawapos.com – Kerusakan parah tak menyurutkan semangat warga Desa Garoga untuk tetap memakmurkan Masjid Taqwa. Meski dinding samping bangunan hancur, sebagian tiang depan patah, dan plafon menganga akibat diterjang banjir bandang, masyarakat tetap melaksanakan salat tarawih dan tadarus di masjid tersebut.
Di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan, belasan jemaah yang terdiri dari warga yang masih bertahan di desa itu bersama sejumlah personel Brimob tetap berkumpul menunaikan ibadah pada malam Ramadan. Suasana haru terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa menggema dari masjid yang kini berdiri dalam kondisi rusak berat.
Salah seorang jemaah, Supriyanto Hasibuan, mengaku tak mampu menahan rasa haru ketika kembali menunaikan salat tarawih di masjid yang pernah menjadi pusat kegiatan keagamaan warga tersebut.
“Rasa rindu ketika kondisi masih normal dulu yang menguatkan hati saya untuk tetap datang salat di masjid ini,” ujarnya lirih usai salat tarawih, Senin (2/3/2026).
Pantauan di lokasi, selepas salat tarawih suasana religius masih berlanjut. Sejumlah anak-anak tampak duduk bersila dengan mushaf di tangan, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam kegiatan tadarus. Mereka dipandu seorang ibu yang membimbing bacaan dengan sabar.
Meski jumlah jemaah tidak banyak, semangat beribadah tetap terasa hangat di antara mereka. Kondisi masjid yang rusak tidak menjadi penghalang bagi warga untuk menjaga tradisi Ramadan yang telah lama mereka jalankan.
Seorang anak bernama Fikri bahkan menunjukkan semangat yang tak kalah besar dari orang dewasa. Dengan penuh optimisme ia menyemangati warga lain yang hadir.
“Harus tetap semangat, Bang,” ujarnya singkat.
Bagi warga Desa Garoga, Masjid Taqwa bukan sekadar bangunan ibadah. Di tengah luka akibat bencana, masjid itu menjadi simbol harapan, kebersamaan, dan keteguhan iman untuk tetap bangkit menjalani Ramadan.(mag-11/han)
Editor : Johan Panjaitan