Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Rudi Alfahri Rangkuti: Masyarakat Tidak Perlu Panik Soal Isu Kelangkaan BBM

Juli Rambe • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:02 WIB

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Dok: istimewa)
Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti, mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kepanikan tersebut dinilai dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap situasi geopolitik global, khususnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Menurut Rudi, kekhawatiran masyarakat juga dipicu oleh pernyataan dari Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang menyebutkan bahwa cadangan minyak nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hari ke depan. Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi berlebihan di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, situasi tersebut membuat sebagian masyarakat berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk membeli BBM dalam jumlah besar dan menimbunnya di rumah.

“Ini yang kita lihat di lapangan, masyarakat menjadi panik setelah membaca berbagai informasi di media sosial. Padahal sebenarnya tidak perlu sampai seperti itu,” kata Rudi saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Jumat (6/3/2026).

Rudi menjelaskan, tindakan menimbun BBM justru tidak akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat jika benar-benar terjadi kelangkaan. Menurutnya, persediaan yang disimpan di rumah hanya akan bertahan dalam waktu yang sangat terbatas.

“Kalaupun memang terjadi kelangkaan, menimbun minyak di rumah juga tidak akan bertahan lama, mungkin hanya beberapa hari saja. Jadi tidak ada gunanya panik berlebihan,” ujarnya.

Ia menilai kepanikan masyarakat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, seperti antrean panjang di SPBU hingga kemacetan di sejumlah ruas jalan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memperburuk situasi, terlebih saat bulan suci Ramadhan ketika aktivitas masyarakat biasanya meningkat.

Karena itu, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itupun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Ia juga mengajak masyarakat untuk menghadapi situasi ini dengan sikap yang lebih bijak.

“Kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar negeri. Konflik geopolitik itu berada di luar kendali kita. Yang bisa kita lakukan adalah tetap tenang dan tidak panik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rudi menegaskan bahwa pemerintah tentu akan mencari solusi terbaik jika benar-benar terjadi gangguan pasokan energi di dalam negeri. Ia meyakini pemerintah memiliki langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ketersediaan BBM bagi masyarakat.

“Saya yakin pemerintah pasti akan mencari solusi jika memang ada potensi kelangkaan. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa agar konflik global yang sedang terjadi tidak berdampak buruk terhadap perekonomian Indonesia.

“Apalagi ini menjelang bulan Ramadhan. Kita hadapi dengan sabar, dengan ikhlas, dan berdoa agar situasi dunia tidak berdampak pada kondisi ekonomi kita,” pungkasnya. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
#Antre beli bbm #Isu kelangkaan bbm #dprd sumut