Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bupati Tapsel Targetkan Seluruh Pengungsi Bencana Tempati Huntara sebelum Idulfitri

Juli Rambe • Senin, 9 Maret 2026 | 08:28 WIB

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan. (Dok: istimewa)
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan. (Dok: istimewa)

 

TAPSEL, SUMUT POS- Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu memastikan pemerintah terus mempercepat penanganan pengungsi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, termasuk penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara).

Ia menargetkan seluruh warga terdampak sudah dapat menempati huntara sebelum Hari Raya Idulfitri.

Hal tersebut disampaikan Gus Irawan saat menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana di daerahnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri dan semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan luar biasa dalam penanganan bencana di Tapanuli Selatan,” ujar Gus Irawan saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sahur bersama warga di Hunian Sementara, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, pembangunan huntara yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah lokasi bahkan telah rampung dan siap ditempati oleh warga.

Salah satu lokasi yang pembangunannya telah selesai berada di wilayah Angkola Selatan. Huntara tersebut disiapkan untuk menampung warga yang sebelumnya harus tinggal di pengungsian akibat bencana.

Gus Irawan menegaskan, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat memiliki target yang jelas, yakni memastikan tidak ada lagi warga yang harus merayakan Idulfitri di pengungsian.

“Target kita, seluruh korban bencana sudah tidak lagi berada di pengungsian saat Hari Raya Idulfitri. Mereka diharapkan sudah bisa menempati huntara yang telah disiapkan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar pengungsi sebenarnya sudah menerima Dana Tumbuh Hunian (DTH). Dengan bantuan tersebut, banyak warga yang sudah dapat kembali menata kehidupan mereka dan tidak lagi tinggal di lokasi pengungsian seperti yang sebelumnya terjadi di wilayah Batu Gula.

Namun demikian, pemerintah mencatat masih ada sebagian kecil warga yang hingga kini masih berada di pengungsian. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah Batang Toru.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam percepatan pemindahan pengungsi ke huntara adalah ketersediaan pasokan air bersih di beberapa lokasi hunian sementara yang baru selesai dibangun.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah sementara waktu menyalurkan kebutuhan air bersih dengan bantuan armada pemadam kebakaran.

“Memang ada sedikit kendala terkait pasokan air bersih di huntara yang baru selesai dibangun. Untuk sementara kami dibantu oleh pemadam kebakaran untuk mendistribusikan air,” ungkap Gus Irawan.

Ia berharap permasalahan tersebut dapat segera teratasi dalam beberapa hari ke depan sehingga seluruh pengungsi dapat segera menempati hunian sementara yang telah tersedia.

Meski bersifat sementara, Gus Irawan memastikan kondisi huntara yang disiapkan cukup layak untuk dihuni masyarakat.

“Huntara yang disiapkan ini layak dan memadai. Walaupun sifatnya sementara, kami berharap masyarakat bisa tinggal dengan nyaman sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap seluruh proses penanganan pengungsi dapat berjalan lancar sehingga masyarakat terdampak bencana dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih normal, sekaligus merayakan Idulfitri dengan lebih tenang di hunian yang layak.(rel/san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Korban bencana dapat huntara #Bencana si Sumut #Huntara di Tapsel #Sumur bor untuk huntara