MEDAN, SUMUT POS- Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Utara, Haposan Sialagan, menyampaikan bahwa kondisi arus balik Idul Fitri tahun ini di wilayah Sumatera Utara berlangsung relatif terkendali tanpa lonjakan signifikan pada satu waktu tertentu.
Menurut Haposan, puncak arus balik penumpang angkutan umum diperkirakan telah terjadi sehari sebelum hari kerja kembali dimulai. Hal ini terlihat dari mulai normalnya aktivitas masyarakat pada hari pertama bekerja berlangsung.
“Kalau kita lihat, puncak arus balik itu kemungkinan sudah terjadi kemarin, karena hari ini masyarakat sudah mulai kembali bekerja. Mungkin Sabtu dan Minggu masih ada pergerakan, tapi tidak sepadat sebelumnya,” ujar Haposan saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, secara umum kondisi angkutan umum di Sumatera Utara selama periode mudik dan arus balik Idulfitri tahun ini tergolong normal. Tidak terjadi lonjakan penumpang yang signifikan maupun kebutuhan penambahan armada bus.
“Untuk angkutan umum, tahun ini relatif normal-normal saja. Tidak ada penambahan armada bus karena dari laporan daerah, semuanya masih bisa teratasi dengan kondisi yang ada,” katanya.
Namun demikian, Haposan menyoroti terjadinya kemacetan cukup parah di sejumlah kawasan wisata favorit di Sumatera Utara, seperti Parapat, Berastagi, dan Pulau Samosir. Ia menyebut kemacetan tersebut didominasi oleh meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat.
“Kalau kemacetan, justru terlihat di daerah wisata seperti Parapat, Berastagi, dan Samosir. Ini menunjukkan masyarakat sekarang lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi, yang bisa kita lihat juga sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Haposan membandingkan kondisi tahun ini dengan periode yang sama tahun lalu. Ia menilai jumlah penumpang angkutan umum pada arus balik Idulfitri tahun lalu cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun ini.
“Tahun lalu penumpangnya terasa lebih banyak dibandingkan sekarang. Tahun ini lebih landai,” ungkapnya.
Ia menduga, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh durasi libur Idulfitri yang lebih panjang tahun ini. Dengan waktu libur yang lebih lama, pergerakan masyarakat menjadi lebih tersebar dan tidak terpusat pada satu atau dua hari tertentu.
“Karena liburnya cukup panjang, masyarakat pulangnya tidak bersamaan. Ada yang sudah mulai kembali sejak Sabtu, Minggu, bahkan Senin sebelumnya. Jadi tidak ada penumpukan di satu hari, grafiknya lebih merata,” tambah Haposan.
Meski demikian, pihak Organda Sumatera Utara masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memperoleh data pasti terkait jumlah penumpang selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri tahun ini.(san/ram)
Editor : Juli Rambe