STABAT, Sumutpos.jawapos.com- Masyarakat di Dusun I Tambusai, Desa Besilam, Padangtualang, memadati rumah Arika Sahfitri (24), korban kecelakaan lalulintas yang tutup usia di lokasi kejadian, Jalan Umum Padangtualang-Tanjungpura. Silih-berganti masyarakat mendatangi rumah Arika yang sang ayah, Rustam Efendi dikenal sebagai khalifah Perkampungan Babussalam tersebut.
Almarhumah Arika sudah diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya usai Salat Fardu Jum'at. Anak kedua dari tiga bersaudara itu dikebumikan di atas tanah tempat peristirahatan terakhir sang ibu, Almarhumah Rahmah, pada tempat pemakaman Perkampungan Babussalam.
Rasa kesedihan terpancar erat dari wajah Rustam dan masyarakat sekitar yang mengenal almarhumah. Menurut Rustam, anaknya ini sempat berjuang melawan penyakit yang dideritanya saat masih menimba bangku sekolah dasar.
Perjuangan almarhumah melawan penyakit itu berakhir dengan kondisi kesehatan yang membaik. Rustam turut cemas yang berkepanjangan saat almarhumah itu sakit.
"Kenangan anak saya ini terlalu banyak. Dulu saya sangat cemas saat dia masih Maktab (Sekolah Dasar), sempat sakit dan mengeluarkan darah banyak. Cuma seizin Allah SWT belum memanggil dia, anak saya ini sembuh dari sakitnya," ujar Rustam di rumah duka, Jum'at (27/3/2026).
Setelah sehat dari penyakit awal, kata Rustam, almarhumah kembali mengidap penyakit pada organ dalam usus. "Kemudian kemarin mengejutkan saya lagi, pada saat dia kerja di Mekar, datang penyakit untuk dia yaitu usus buntu. Di situ buat saya kewalahan dan sedih," tambah Rustam.
Dia mengamini, Arika akan melangsungkan pernikahan pada tahun 2026 ini. "Keluarga pihak laki-laki memang belum datang ke rumah untuk membicarakan soal pernikahan, cuma Rizki sudah bicara sama Arika mau menikahinya," katanya.
"Yang mau menikah habis lebaran ini kakaknya Arika. Cuma almarhumah sudah ngomong, habis kakaknya baru dia mau menikah, itulah terakhir dia cerita sama saya," tambahnya.
Rustam tidak ada berfirasat apapun sebelum kejadian nahas itu dialami Arika. Begitupun, menurutnya, waktu kepergian Arika sangat mirip ketika ibunya wafat pada 2008 silam.
"Ibunya meninggal Tahun 2008 tepat 12 Idulfitri, sedangkan Arika 7 Idulfitri. Memang Arika yang sering ingat sama ibunya," katanya.
Arika meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Jalan Umum Padang Tualang-Tanjung Pura, tepatnya di Lingkungan II Bukit Rejo (Batu 10), Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat berboncengan dengan kekasihnya Rizki Setiawan (25), Kamis (26/3/2026) siang. Jenazah Rizki sudah lebih dulu dimakamkan usai Salat Magrib, Kamis (26/3/2026).
Rustam menambahkan, Erika dan Rizki mau menghadiri undangan dari salah satu temannya di Lubuk Tapah. Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Rustam tidak di rumah ketika Arika pergi beranjak meninggalkan rumah untuk menghadiri undangan itu.
Dia menunaikan ibadah Salat Zuhur di masjid perkampungan tersebut. "Begitu saya pulang dari masjid, Arika meninggalkan pesan SMS "Yah kunci rumah saya titipkan di sini". Karena Arika pada waktu itu belakangan di rumah karena mau pergi undangan," ujar Rustam.
Tak lama kemudian, saat Rustam masuk ke dalam rumah, keluarganya yang tinggal di sebelah mengabarkan kabar duka tersebut. "Saya dapat kabar kejadiannya itu dari keluarga yang tinggal di samping rumah. Setelah saya masuk ke dalam rumah, datanglah kabar, kalau anak saya kecelakaan, saya pun pergi menuju lokasi kejadian," kata Rustam.
Sampai di lokasi, Rustam mencoba membuka kain penutup tubuh anaknya yang pada saat itu masih terbaring di jalan raya. Namun, ia dilarang oleh kawannya sembari berujar, tubuh wanita yang terbaring di jalan dalam kondisi meninggal dunia, memang benar anaknya.
Sebab, di lokasi kejadian ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Arika. "Perasaan saya pada waktu itu sehancur-hancurnya, tak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan lagi. Saya gak ada berfirasat apa-apa sebelum kejadian anak saya ini," pungkasnya.
Korban Rizki mengalami luka serius pada bagian gigi dan bahu kiri patah serta tutup usia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara korban Arika, mengalami luka serius dengan kondisi bagian kepala hancur, kaki dan pinggul patah serta tutup usia di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Langkat, Ipda Budi Sihotang menyatakan, pasangan kekasih tersebut berboncengan dengan menunggangi Honda Beat BK 2318 PBC. Hasil penyelidikan, kata dia, korban berjalan searah dengan dum truk dengan nomor polisi BH 8187 MW dari arah Bukit Tua menuju Padangtualang.
"Posisi dum truk berada di depan, sementara pengendara roda dua di belakangnya," kata dia.
Saat tikungan yang merupakan tempat kejadian perkara, pasangan kekasih ini diduga hendak mendahului dum truk. Namun saat bersamaan, kata Budi, datang Toyota Kijang Innova dari arah berlawanan.
"Karena jalan yang sempit, tidak ada ruang gerak yang cukup untuk untuk sepeda motor Honda Beat bergerak, sehingga pada saat sudah berada di samping kanan dump truk, sepeda motor Honda Beat oleng ke kiri dan bersentuhan dengan bagian samping kanan dum truk," kata Budi.
"Korban pun terjatuh ke badan jalan, sehingga pengemudi dan penumpang sepeda motor Honda Beat terlindas ban belakang sebelah kanan dum truk," tukasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan