BATUBARA, Sumutpos.jawapos.com – Di balik riuhnya gelombang dan ramainya kunjungan wisatawan, tersimpan potensi risiko yang kerap luput dari perhatian. Menjawab hal itu, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Kabupaten Batu Bara mengintensifkan patroli di sejumlah destinasi wisata bahari, Minggu (29/3/2026).
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi preventif untuk memastikan aktivitas wisata di kawasan pesisir tetap aman dan terkendali.
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P. Kaban, mengungkapkan sebanyak 13 personel dikerahkan untuk menyisir titik-titik yang dinilai rawan, terutama di kawasan pantai dan perairan terbuka yang ramai dikunjungi wisatawan.
Baca Juga: Menangkap Ilham, Mengurai Jejak Ekstasi di Balik Gemerlap Malam Labuhanbatu
“Patroli ini kami lakukan tidak hanya untuk pengawasan, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada pengunjung agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut,” ujarnya.
Antara Rekreasi dan Risiko
Wisata bahari menawarkan keindahan sekaligus tantangan. Arus laut yang berubah cepat, kedalaman yang tak terukur, hingga gelombang pasang yang datang tanpa peringatan menjadi ancaman nyata bagi wisatawan yang kurang waspada.
Dalam patroli tersebut, personel Polairud tak hanya hadir sebagai penjaga, tetapi juga sebagai edukator. Mereka aktif menyampaikan pesan-pesan keselamatan: menghindari berenang terlalu ke tengah, mewaspadai pasang air laut, serta pentingnya menggunakan pelampung atau alat bantu keselamatan di area berisiko.
Pendekatan ini menandai pergeseran dari sekadar penegakan menuju pencegahan—mengedepankan kesadaran sebelum insiden terjadi.
Baca Juga: BINUS @Medan Siap Menuntun Masa Depan Mahasiswa Menuju Karier Nyata
Ipda Hendrico menegaskan bahwa pihaknya selalu dalam kondisi siap siaga untuk merespons cepat setiap potensi kecelakaan laut. Kehadiran Polairud di titik-titik strategis menjadi jaring pengaman pertama bagi wisatawan.
“Kami ingin memastikan setiap orang bisa menikmati liburan dengan aman. Karena itu, kami terus mengingatkan agar pengunjung tidak lengah,” katanya.
Kehadiran aparat di lapangan pun memberi dampak psikologis yang signifikan. Rasa aman menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
Erna, salah seorang pengunjung, mengaku lebih tenang saat melihat patroli berlangsung. “Lebih nyaman karena ada petugas yang berjaga. Kami jadi tidak khawatir saat bermain di pantai,” ujarnya.
Patroli rutin ini diharapkan tidak hanya menekan angka kecelakaan laut, tetapi juga memperkuat citra destinasi wisata Batu Bara sebagai kawasan yang aman dan ramah bagi pengunjung.
Di tengah upaya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, keamanan menjadi fondasi utama. Sebab, keindahan alam saja tidak cukup—rasa aman adalah nilai yang tak tergantikan.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan