TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com – Setelah menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, bantuan sosial (bansos) untuk warga Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, akhirnya disalurkan pada Senin (30/3/2026). Penyaluran ini menjadi penutup dari polemik yang sempat memantik perhatian luas masyarakat.
Warga penerima, Heri Bima Utami Purba, yang sebelumnya tidak menerima bansos, kini telah memperoleh haknya. Penyerahan dilakukan di kantor kelurahan setelah pihak aparat setempat bersama tokoh masyarakat menjemput Heri langsung dari kediamannya.
Momen tersebut turut dihadiri Lurah Tanjung Marulak Hilir, Eka Sapitri, Kasi Trantib Kecamatan, serta perangkat kelurahan lainnya. Kehadiran mereka sekaligus menjadi simbol respons cepat atas dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Baca Juga: Apel Gabungan Pemkab Langkat, Ajak ASN Fokus Tugas dan Tanggung Jawab Usai Idulfitri
Dengan nada haru, Heri menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan sembako yang diterimanya, kata dia, akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bagi anaknya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadirkan istrinya, yang hingga kini belum diketahui keberadaannya sejak ia mendatangi rumah mertuanya beberapa waktu lalu—situasi yang sebelumnya menjadi salah satu kendala dalam proses penyaluran bantuan.
Kasus ini bermula dari dugaan terhambatnya penyaluran bansos karena persoalan administratif dan komunikasi. Heri disebut tidak dapat memenuhi permintaan menghadirkan istrinya sebagaimana disampaikan Kepala Lingkungan II, Idawati Damanik. Akibatnya, ia tidak menerima bantuan saat penyaluran sebelumnya yang turut dihadiri Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih.
Situasi tersebut memicu kritik publik, terutama setelah diketahui Heri juga tidak menerima undangan resmi dan mengalami kendala komunikasi dengan pihak kelurahan.
Menanggapi hal itu, Lurah Eka Sapitri menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama. Ia mengakui bahwa kurangnya komunikasi langsung menjadi salah satu faktor yang memperumit situasi.
Baca Juga: Final FIFA Series Indonesia vs Bulgaria, Indonesia Kebobolan Pinalti
“Ke depan, kami berharap seluruh proses berjalan lebih profesional, transparan, dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Sementara itu, Idawati Damanik memilih tidak memberikan banyak komentar. Ia hanya menyampaikan ucapan singkat kepada awak media, sembari menyinggung sorotan yang sempat ramai di publik.
Dengan telah disalurkannya bantuan tersebut, polemik pun mereda. Namun, peristiwa ini meninggalkan catatan penting: bahwa ketepatan data, kelancaran komunikasi, dan sensitivitas sosial adalah kunci utama dalam memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.(mag-3/han)
Editor : Johan Panjaitan