Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sentuhan Kasih di Pangirkiran: Ketika Lansia Menemukan ‘Keluarga Baru’ di Usia Senja

Johan Panjaitan • Jumat, 3 April 2026 | 12:11 WIB
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Padang Lawas Utara mengunjungi tenpat para lansia menjalani kehidupan sehari-hari. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Padang Lawas Utara mengunjungi tenpat para lansia menjalani kehidupan sehari-hari. (MITRA HARAHAP/SUMUT POS)

 

PALUTA, Sumutpos.jawapos.com-Rabu (1/34)  pagi di Desa Pangirkiran, Kabupaten Padang Lawas Utara, menghadirkan suasana yang tak biasa. Di Pondok Paramalan Rahman Nauli, tempat para lansia menjalani hari-hari senja, kehangatan hadir bukan dari matahari, melainkan dari langkah-langkah tulus rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Padang Lawas Utara.

Kunjungan itu jauh dari kesan seremonial. Ia menjelma menjadi pertemuan emosional—antara mereka yang memberi dan mereka yang, mungkin lebih dari segalanya, ingin merasa diingat.

Menjaga Dapur Tetap Hidup, Menjaga Harapan Tetap Menyala

Sebanyak 55 paket sembako disalurkan langsung kepada para penghuni pondok. Isinya sederhana: beras, minyak goreng, telur. Namun bagi para lansia, bantuan itu bukan sekadar pemenuh kebutuhan harian—ia adalah simbol bahwa kehidupan mereka masih diperhatikan, masih dianggap berarti.

Baca Juga: Bhayangkara Presisi Bungkam Surabaya Samator di Final Four Proliga 2026

Tak berhenti pada bantuan logistik, rombongan juga menghadirkan layanan kesehatan gratis. Tim medis memeriksa satu per satu penghuni: mengukur tekanan darah, menanyakan keluhan, memastikan bahwa di usia yang rentan, tubuh-tubuh renta ini tetap mendapatkan hak dasar atas kesehatan.

Di tengah keterbatasan, sentuhan kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus besar—cukup hadir, cukup nyata.

Kepedulian yang Tidak Berjarak

Penasehat DWP Paluta, Refina Reski Basyah Harahap, memilih untuk tidak berdiri jauh sebagai tamu kehormatan. Ia duduk, berbincang, dan mendengarkan. Interaksi sederhana yang justru menghadirkan makna mendalam.

“Ini adalah wujud kasih sayang kami kepada orang tua kami di sini. Kami ingin mereka merasa tidak sendiri,” ujarnya pelan, tanpa retorika berlebihan.

Kalimat itu mungkin singkat, tetapi cukup untuk menggambarkan esensi kegiatan: menghadirkan rasa memiliki, bukan sekadar memberi.

Kolaborasi yang Menghidupkan Empati

Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh dari sinergi lintas elemen—mulai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Paluta, pemerintah kecamatan Halongonan, hingga aparatur Desa Pangirkiran.

Baca Juga: Kejuaraan Biliar Ladies Pool Nine Ball Dibuka, Hatunggal Puji POBSI Sumut

Kolaborasi ini menunjukkan satu hal penting: kepedulian sosial akan lebih kuat ketika dijalankan bersama. Bahwa perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya lansia, bukan hanya tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif.

Lebih dari Sekadar Kunjungan

Saat rombongan berpamitan, tidak ada seremoni panjang. Hanya senyum-senyum kecil yang tertinggal di wajah para lansia—senyum yang mungkin lahir dari rasa dihargai, dari kehadiran yang mengisi ruang sepi yang selama ini sunyi.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#darma wanita persatuan #sembako #Kabupaten Paluta #lansia