STABAT, SumutMomentum halal bihalal yang digelar MUI Kabupaten Langkat tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjelma menjadi forum strategis untuk memperkuat persatuan umat dan sinergi antara ulama dan pemerintah. Kegiatan yang dirangkai dengan dialog keislaman ini berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Langkat, Senin (6/4/2026).
Bupati Langkat, Syah Afandin, hadir langsung membuka acara dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
“Kita harus terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan menolak segala bentuk upaya yang dapat memecah belah persatuan,” tegasnya.
Dalam pandangannya, peran agama tidak hanya sebagai fondasi spiritual, tetapi juga sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan ulama dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas daerah.
Forum dialog keislaman ini juga diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Nilai-nilai ukhuwah—baik ukhuwah islamiyah, wathaniyah, maupun basyariyah—didorong untuk lebih diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Kontrak Fiktif Binjai Ditahan, Agung dan Dody Alfayed Mangkir
Ketua panitia, Mansyur, menyebut kegiatan ini sebagai wadah penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas elemen dalam menjaga kerukunan umat.
Sementara itu, Ketua MUI Langkat, Zulkifli Ahmad Dian, menegaskan bahwa dialog publik ini menghadirkan perspektif global dengan kehadiran narasumber Muhammad Zuhaili dari Singapura, yang juga menjabat sebagai Ketua International Islamic Youth League (IIYL) Asia.
Kehadiran tokoh internasional tersebut diharapkan mampu memperkaya wawasan keislaman sekaligus memperkuat nilai-nilai persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan.
Baca Juga: BPKAD Sumut Percepat Sertifikasi Tanah, Tuntaskan Aset Bermasalah dan Optimalkan Aset Idle
Dalam kesempatan itu, Dr. Muhammad Zuhaili juga menyerahkan buku “Qur’anisasi” kepada Bupati Langkat dan sejumlah unsur Forkopimda sebagai bentuk kontribusi keilmuan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, satu pesan ditegaskan: membangun daerah yang harmonis tidak cukup hanya dengan kebijakan, tetapi juga dengan kekuatan nilai, persaudaraan, dan sinergi yang kokoh antara ulama dan pemerintah.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan