ASAHAN, Sumutpos.jawapos.com-Ambisi meraih prestasi di tingkat provinsi mendorong gerak cepat Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan. Ketua TP PKK Asahan, Yusnila Indriati Taufik, turun langsung ke Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Rabu (18/4/2026), memastikan kesiapan Posyandu Manggis menghadapi Lomba Posyandu tingkat Sumatera Utara.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Di hadapan para kader dan perangkat desa, Yusnila menegaskan pentingnya kerja kolektif dan sinergi lintas sektor agar Asahan mampu kembali menorehkan prestasi di panggung provinsi.
“Lomba ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi tentang kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dukungan semua pihak menjadi kunci agar Asahan kembali harum di tingkat provinsi,” tegasnya.
Baca Juga: Tim SAR Brimob Masih di Lokasi Longsor Sembahe untuk Membantu Warga
Posyandu Manggis di Dusun II Desa Air Teluk Kiri kini menjadi tumpuan harapan. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Yusnila optimistis posyandu tersebut mampu tampil maksimal—bahkan menargetkan posisi puncak.
Optimisme itu bukan tanpa dasar. Tahun sebelumnya, desa tetangga, Sipaku Area, sukses meraih juara pertama dalam ajang serupa. Capaian tersebut menjadi standar sekaligus motivasi bagi Air Teluk Kiri untuk melampauinya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, sejumlah perangkat daerah (OPD) turut menggelontorkan bantuan. Mulai dari tenda, perangkat pengeras suara, program bina keluarga balita, hingga paket bantuan untuk anak dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Seluruh dukungan ini diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus kesiapan teknis menghadapi penilaian.
Di sisi lain, Camat Teluk Dalam, Zulfahmi, menegaskan bahwa pihaknya telah mengarahkan seluruh jajaran posyandu untuk mengedepankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ia berharap pembinaan dari TP PKK terus berlanjut demi mencapai hasil optimal.
Baca Juga: Beras dan Minyak Digelontorkan, 22 Ribu Warga Siantar Mulai Terima Bantuan Pangan
“Kami tetap semangat. Target juara bukan sekadar harapan, tetapi tujuan yang sedang kami kejar bersama,” ujarnya.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan—mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Kesehatan—menegaskan bahwa lomba ini lebih dari sekadar ajang penilaian. Ia menjadi cermin kualitas layanan dasar masyarakat, sekaligus tolok ukur keseriusan pemerintah daerah dalam membangun generasi sehat sejak tingkat desa.(dat/han)
Editor : Johan Panjaitan