Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Politisi PDIP dan Gerindra Silang Pendapat, Terkait Lapangan Bola yang Dkibangun Kopdes Merah Putih

Juli Rambe • Sabtu, 11 April 2026 | 15:00 WIB
BANGUN: Aktifitas Pembangunan Kopdes Merah Putih di Lapangan Bola Kaki Gunung Rante tetap berlangsung. (Dok: Liberti H Haloho/Sumut Pos)
BANGUN: Aktifitas Pembangunan Kopdes Merah Putih di Lapangan Bola Kaki Gunung Rante tetap berlangsung. (Dok: Liberti H Haloho/Sumut Pos)

 

BATUBARA, SUMUT POS- Politisi Gerindra dan PDIP berbeda pendapat terkait status tanah lapangan bola kaki Gunung Rante yang di atasnya dibangun Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Hal itu diketahui saat rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Batubara pada Selasa (7/4/2026) yang lalu.

Politisi PDI P yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Batubara, Drs Bonar Manik mengatakan semua pihak harua mengetahui sejarah lapangan bola ini.

Baca Juga: Perkuat Barcelona Legends, Petrick Kluivert akan ke Indonesia

Apalagi diketahui, pada tahun 1970-an, lapangan itu dibeli secara swadaya masyarakat serta pemotongan gaji perangkat desa. 

"Sejarah ini menjadi poin krusial sebelum kita menetapkan," ujarnya.

Karena itu, Bonar Manik menyarankan agar menunggu hasil musyawarah.

"Menunggu hasil musyawarah nanti dilapangan, saya harap pembangunan Kopdes Merah putih dihentikan dulu sementara," ungkapnya.

Hal yang berbeda diungkapkan oleh Ketua Fraksi Gerindra, Safii. Dia menyatakan bahwa pembangunan ini harus tetap jalan. Karena, ini merupakan program pemerintah untuk memajukan desa.

"Apabila benar pembangunan ini di tempat yang sama dalam proses yang lama maka secara tidak langsung bisa menguburkan harapan kita untuk program ini. Ini sebagai suatu pertimbangan," ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Batubara, Rusli mengatakan bahwa pihaknya akan mencari kebenaran terkait status tanah lapang tersebut.

"Kita akan cari kebenaran, kita akan cari jalan tengah. Sesungguhnya keberadaan program pemerintah itu harus didukung masyarakat. Selalu ada pro dan kontra secantik apapun program pemerintah itu," ungkapnya.

Para anggota Komisi I DPRD Batubara inipun menyarankan agar Kepala Desa segera melakukan musyawarah terkait dengan status tanah lapang sepak bola.

Musyawarah ini akan menjadi solusi terbaik, sambil mengajak masyarakat yang pro dan kontra serta para pelaku sejarah yang mengetahii.

Sementara Kades Gunung Rante katakan, bahwa areal lapangan itu sudah dihibahkan.

"Kondisi ini mana yang benar," sebutnya.

Informasi di Lapangan Bola Gunung Rante, Sabtu (11/3/2026) Kecamatan Talawi, Batubara aktifitas Pembangunan Kopdes Merah Putih tetap berlangsung pasca Komisi I DPRD Batubara telah rekomendasikan dihentikan sementara pembangunannya. (lib/ram)

Editor : Juli Rambe
#kopdes merah putij #lapangan bola gunung rante #batubara #DPRD Batubara