MEDAN, SUMUT POS- Kericuhan terjadi usai kegiatan Halal Bihalal dan pelantikan pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) Sumatera Utara yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumatera Utara, Muttaqien Hasrimi, menjelaskan bahwa kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB itu pada awalnya berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Acara tersebut bahkan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara.
Baca Juga: Orang Tua Vidi Aldiano Puji Ketegaran Sheila Dara Aisha
“Acara dimulai dari pagi sekitar pukul sembilan sampai dengan selesai, kurang lebih pukul dua siang. Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan tertib,” ujar Muttaqien saat memberikan keterangan, Senin (20/4/2026).
Namun, situasi berubah setelah rangkaian acara resmi berakhir. Keributan dilaporkan terjadi saat para tamu undangan mulai meninggalkan lokasi, khususnya di lantai dua gedung kantor gubernur, tepatnya di sekitar area aula.
“Keributan itu terjadi setelah acara selesai, saat tamu undangan mulai meninggalkan lokasi. Situasinya memang sempat agak ricuh di lantai dua,” katanya.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota tim pengamanan Satpol PP bernama Rahmat Daulay menjadi korban pemukulan saat berupaya mengendalikan situasi. Ia mengalami luka di bagian hidung hingga menyebabkan pendarahan.
“Anggota kami, Rahmat Daulay, terkena pukulan di bagian hidung hingga mengalami pendarahan. Saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Haji untuk dilakukan visum dan mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.
Muttaqien menambahkan bahwa korban merupakan satu-satunya anggota Satpol PP yang mengalami luka dalam kejadian tersebut, dan kondisinya kini tidak mengkhawatirkan setelah mendapat perawatan.
“Ada satu anggota yang jadi korban, tapi sudah kami bawa ke RS Haji. Alhamdulillah tidak apa-apa,” ujarnya.
Menanggapi insiden tersebut, pihak Satpol PP yang bertugas mengamankan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian di lokasi. Upaya pengamanan dilakukan secara bersama-sama untuk meredakan situasi dan mencegah kericuhan meluas.
“Kami bersama pihak kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan dan meredakan situasi,” katanya.
Meski sempat terjadi keributan, Muttaqien memastikan tidak ada kerusakan terhadap aset milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Seluruh fasilitas di lingkungan kantor gubernur dilaporkan tetap dalam kondisi aman.
“Aset Pemprov aman semua,” tegasnya.
Terkait pelaku pemukulan, pihak Satpol PP mengaku belum dapat memastikan identitasnya. Hingga saat ini, belum ada informasi terkait pihak yang diamankan oleh kepolisian pascakejadian.
“Untuk pelaku, kami belum mengetahui secara pasti siapa yang melakukan pemukulan tersebut. Fokus kami saat ini adalah memastikan kondisi anggota yang terluka,” ujarnya.
Ia juga menanggapi isu yang beredar mengenai dugaan adanya intimidasi yang dilakukan oleh anggota Satpol PP di dalam ruangan kosong. Muttaqien dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan tidak pernah ada laporan terkait hal itu.
“Tidak ada itu. Kami juga tidak ada membuat laporan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penanganan kasus sepenuhnya telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Masalahnya sudah ditangani pihak kepolisian,” tambahnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kericuhan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu, situasi di sekitar Kantor Gubernur Sumatera Utara telah kembali kondusif.
Muttaqien berharap peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih matang antara panitia penyelenggara dan aparat keamanan, terutama dalam pengamanan setelah acara selesai.
“Kami berharap ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini. Perlu adanya koordinasi yang lebih matang, khususnya dalam pengamanan setelah acara selesai,” tutupnya. (san/ram)
Editor : Juli Rambe