LABUSEL, Sumutpos.jawapos.com– Komitmen memperkuat sektor kesehatan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Senin (20/4/2026), Bupati Labusel, Fery Sahputra Simatupang, turun langsung meninjau kondisi sarana dan prasarana di RSUD Kotapinang.
Didampingi Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Inspektur Sofyan, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Yeni, kunjungan ini menjadi cermin keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan fasilitas kesehatan sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan publik.
Di bawah panduan Direktur RSUD Kotapinang, Hasana Lisa Purba, Bupati menelusuri sejumlah titik strategis. Sorotan utama tertuju pada pembangunan ruang cathlab yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025. Fasilitas vital ini masih dalam tahap penyempurnaan, termasuk pemasangan pelindung timbal sebagai standar keamanan medis.
Baca Juga: Sertijab Polres Palas, AKBP Dodik Yuliyanto: Jaga Marwah Polri di Tengah Tantangan Kamtibmas
Ke depan, ruang cathlab ini diharapkan menjadi tonggak penting peningkatan layanan jantung di Labusel, terutama dengan hadirnya tenaga dokter yang telah menuntaskan program fellowship di Tiongkok. Kehadiran mereka diyakini akan memperkuat layanan spesialis yang selama ini masih terbatas.
Tak hanya itu, Bupati juga meninjau ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), ruang cytotoxic, hingga ruang isolasi yang direncanakan direnovasi pada 2026. Penataan ulang fasilitas menjadi bagian dari strategi besar—termasuk rencana memindahkan poli paru infeksi ke area terintegrasi dengan ruang isolasi guna menekan risiko penularan penyakit infeksius.
Langkah ini menunjukkan arah kebijakan yang lebih adaptif terhadap tantangan kesehatan modern, di mana aspek pencegahan dan pengendalian infeksi menjadi prioritas utama.
Dalam pemaparan manajemen RSUD, terungkap pula rencana pengembangan jangka menengah. Usulan anggaran 2027 difokuskan pada renovasi ruang Patologi Klinik (PK), Patologi Anatomi (PA), serta penguatan fasilitas mikrobiologi. Targetnya jelas: membangun kemandirian layanan laboratorium tanpa bergantung pada pihak eksternal.
Baca Juga: Bupati Batu Bara Tepung Tawari 188 Jemaah Calon Haji, Doa dan Harapan Mengalir dari Aula Lima Puluh
Usai peninjauan, Bupati memimpin rapat internal yang menekankan tiga hal mendasar: kebersihan lingkungan rumah sakit, peningkatan kualitas pelayanan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Namun lebih dari itu, ia mendorong lahirnya inovasi layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. Baginya, rumah sakit bukan sekadar tempat berobat, tetapi wajah pelayanan publik yang harus menghadirkan rasa aman dan nyaman.
“Kita ingin pelayanan kesehatan di Labusel semakin responsif, modern, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.(mag-5/han)
Editor : Johan Panjaitan