MEDAN, SUMUT POS- Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan bahwa tahun 2027 akan menjadi momentum krusial dalam arah pembangunan daerah yang dipimpinnya bersama para kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Penegasan tersebut disampaikan Bobby dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sumut Tahun 2027, di Hotel Santika Diandra Medan, Rabu, (22/4/2026).
Bobby menilai tahun 2027 bukan sekadar kelanjutan program tahunan, melainkan fase penentu yang akan menguji keberhasilan fondasi pembangunan yang telah diletakkan sejak awal masa kepemimpinannya.
Baca Juga: Mantan Kabag Tapem Madina Didakwa Korupsi Laporan Fiktif Rugikan Negara Rp639 Juta
Menurutnya, sejak dilantik pada 2025, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten/kota telah mulai menanamkan berbagai program prioritas sebagai dasar pembangunan jangka menengah. Selanjutnya, pada 2026, program-program tersebut mulai dijalankan secara bertahap dengan berbagai penyesuaian di lapangan.
“2027 ini menjadi fase ekspansi. Apa yang kami tanamkan di 2025 dan jalankan di 2026, akan kami pastikan berlanjut dan berdampak hingga 2029,” ujar Bobby.
Ia menjelaskan, fase ekspansi yang dimaksud bukan hanya memperluas cakupan program, tetapi juga memperkuat kualitas implementasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas. Dengan demikian, tahun 2027 akan menjadi titik evaluasi penting untuk melihat apakah program yang telah berjalan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong pertumbuhan daerah secara merata.
Lebih lanjut, Bobby menekankan bahwa salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah adalah menjaga kesinambungan kebijakan.
Ia mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang serta koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan, program pembangunan berpotensi berjalan tidak efektif, bahkan tumpang tindih antara satu kebijakan dengan kebijakan lainnya.
“Program tanpa perencanaan itu akan sia-sia. Begitu juga kalau tidak ada kesinambungan dan keselarasan, program bisa tumpang tindih dan tidak memberikan hasil maksimal,” tegasnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk memastikan setiap program yang dijalankan memiliki arah yang jelas, terukur, serta selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun kebutuhan riil di daerah. Bobby juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan di tahun 2027 akan sangat menentukan arah pembangunan jangka menengah daerah hingga akhir masa jabatan pada 2029.
Jika program-program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik, maka akan terbuka peluang untuk memperluas intervensi pembangunan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Bobby juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk legislatif, instansi vertikal, dan sektor swasta, untuk bersama-sama mengawal jalannya pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh program yang dijalankan bukan sekadar pencapaian administratif atau target kinerja semata, melainkan bagaimana dampak nyata dari pembangunan tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ini bukan hanya soal menjalankan program, tapi bagaimana program itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan terus berlanjut,” pungkasnya.
Dengan menjadikan tahun 2027 sebagai fase krusial, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap dapat memastikan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi daerah, sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Utara. (san/ram)
Editor : Juli Rambe