LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com- Kinerja Polres Labuhanbatu sepanjang kuartal pertama 2026 menunjukkan tren yang menguat. Tidak hanya dari sisi jumlah pengungkapan, tetapi juga kualitas penanganan perkara, terutama dalam kasus narkotika dan kriminal umum yang menjadi fokus pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Kapolres Labuhanbatu, Wahyu Endrajaya, menegaskan adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ada peningkatan dibanding 2025, baik dari kuantitas maupun kualitas,” ujarnya saat konferensi pers di Aula Yan Piter Mapolres, Senin (27/4/2026), didampingi jajaran pejabat utama.
Dalam pemaparannya, Wahyu merinci capaian Satuan Narkoba sepanjang Januari hingga April 2026. Total barang bukti yang berhasil diamankan mencerminkan intensitas peredaran sekaligus efektivitas penindakan: sabu seberat 36.227,47 gram, ganja 32,74 gram, ekstasi sebanyak 30.154 butir, serta ketamin 2.661,81 gram. Dari pengungkapan tersebut, tercatat 125 laporan polisi dengan 142 tersangka.
Baca Juga: Tolak Relokasi, PKL Jalan Bandung dan Olahraga Geruduk Balai Kota Binjai
Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, terdapat upaya sistematis aparat dalam membongkar jaringan yang semakin kompleks. Bahkan, Kapolres mengungkap adanya satu kasus besar tambahan yang terjadi pada 26 April 2026, yang saat ini masih dalam proses pengembangan oleh Polda Sumatera Utara. Kasus tersebut disebut sebagai pengungkapan terbesar kedua di wilayah hukum Polres Labuhanbatu, dengan tersangka yang memiliki identitas kependudukan setempat.
Sementara itu, dari sisi kriminal umum, Satuan Reserse Kriminal juga mencatat kinerja yang tidak kalah signifikan. Sebanyak 149 kasus berhasil diungkap dengan total 185 tersangka diamankan. Capaian ini menegaskan bahwa penegakan hukum berjalan paralel antara pemberantasan narkotika dan tindak pidana konvensional.
Peningkatan ini menjadi indikator bahwa strategi penegakan hukum yang diterapkan mulai menunjukkan efektivitas. Namun di saat yang sama, angka pengungkapan yang tinggi juga menjadi refleksi bahwa tantangan keamanan di wilayah Labuhanbatu masih memerlukan perhatian serius dan berkelanjutan.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan