LABUHANBATU , Sumutpos.jawapos.com - Kebakaran hebat menghanguskan tujuh unit rumah di kawasan padat hunian di jalan Bakti Lama, kelurahan Rantauprapat, Rantau Utara, Labuhanbatu sekira pukul 16.30 WIB, Senin (28/4/2026).
Diduga "Sijago merah" pertama kali berasal dari korsleting listrik rumah warga yang ditinggal pergi pemiliknya beraktivitas jualan ke pekan.
"Mereka sejak pagi sudah pergi berjualan ke pekan," ungkap Tukang jahit SAS, Muhammad Syarifuddin di lokasi kejadian.
Baca Juga: Kakanwil Kemenhaj Sambut Jamaah Kloter 07, Tegaskan Jaga Kartu Nusuk
Katanya api disinyalir berasal dari korsleting listrik. Diperparah cuaca panas mencapai 33 derajat menyebabkan risiko rembetan api lebih cepat. Angin yang relatif kencang semakin memperparah keadaan. Sehingga api lebih cepat menjalar ke rumah warga lainnya.
"Kami menduga korsleting listrik. Begitu api membesar kami berupaya memadamkannya," kata dia.
Akibatnya, rumah milik Wak Dolla/Erliana, Ramadan, Mak Gres, Marusa Sitorus, J Sitorus hangus terbakar.
Sedangkan lima rumah lainnya terpaksa di rusak dapurnya untuk mengisolasi api.
Ironisnya, dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemkab Labuhanbatu yang turun ke lokasi tak dapat memberi manfaat berarti. Diduga keduanya dalam kondisi rusak.
Akibatnya, membuat rasa kecewa dari masyarakat yang menyaksikan peristiwa itu.
Kemudian, secara bergotong royong warga memadamkan api secara mandiri dengan sarana seadanya. Bahkan untuk mendapatkan air, para wanita bersama-sama memanfaatkan air comberan yang dimasukkan ke dalam ember untuk selanjutnya dibawa menyiram lokasi yang masih terbakar.
Baca Juga: A'zam Nasution Tutup Usia, Sumut Kehilangan Sosok yang Peduli Olahraga
Kemudian, sebuah mobil water canon milik Kepolisian didatangkan untuk membantu proses pemadaman api. Tapi, tak bekerja maksimal.
"Sedikit bisa membantu," kata warga.
Sedangkan Kepala Lingkungan Rantauprapat, Rantau Utara, Marheni Dalimunthe mengakui tidak ada korban jiwa dampak insiden itu. Serta, penyebab kebakaran dari indikasi korsleting dan kerugian material masih diinventarisir.
"Kerugian masih dihitung. Sebab, keluarga Marusa Sitorus dalam waktu dekat akan pesta. Sehingga uang puluhan juta miliknya ikut terbakar. Sedangkan Mak Gres kemungkinan beberapa sepeda motor miliknya juga terbakar," paparnya. (fdh)