LABUSEL, Sumutpos.co-Jawapos.com-Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan berlangsung dalam nuansa yang hangat dan konstruktif. Bertempat di Gedung Santun Berkata Bijak Berkarya, Kecamatan Kotapinang, Jumat (1/5/2026), peringatan ini menegaskan satu pesan utama: kesejahteraan pekerja hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang solid.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, didampingi Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, bersama unsur Forkopimda, jajaran OPD, serikat buruh, serta para pekerja lintas sektor.
Dalam sambutannya, Bupati Fery menekankan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk membangun komunikasi yang setara antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“May Day adalah ruang kebersamaan. Di sinilah kita berdialog, menyatukan kepentingan, dan mencari solusi terbaik demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya,” ujarnya.
Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan semboyan “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”, peringatan tahun ini diarahkan pada penguatan sinergi di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Baca Juga: Bayi Tiga Minggu Tewas dengan Luka Lebam, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan
Pada kesempatan itu, kabar menggembirakan juga disampaikan. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) tahun 2026 sebesar Rp3.745.000—naik Rp285.000 dari tahun sebelumnya.
“Kenaikan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan buruh, sekaligus menjaga keseimbangan dengan keberlangsungan dunia usaha,” jelasnya.
Lebih jauh, pemerintah daerah menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan produktif. Upaya tersebut mencakup pemenuhan hak-hak pekerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja, hingga kesiapan menghadapi tantangan era digital.
Bupati Fery juga mengingatkan bahwa pekerja adalah fondasi penting dalam pembangunan daerah. Tanpa kontribusi mereka, roda ekonomi tidak akan bergerak optimal.
Baca Juga: Pikiran Rakyat Gandeng SPS Aceh Bangun Gedung Kegiatan Masyarakat untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
“Keberhasilan pembangunan adalah kerja kolektif. Buruh adalah aset utama dalam mendorong kemajuan daerah,” tegasnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen untuk menjadikan May Day sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama, bukan ajang konflik.
“Jadikan May Day sebagai simbol persatuan. Dengan satu tekad dan satu tujuan, kita wujudkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.(mag-5/han)
Editor : Johan Panjaitan