SERGAI, SUMUT POS- Bau busuk dari kolam lele resahkan Warga Dusun VII Kampung Pala, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara.
Aroma bau busuk menyengat yang diduga berasal dari aktivitas salah satu usaha ternak ikan lele di wilayah tersebut.
Dari data yang dihimpun di lokasi bau tak sedap itu disebut-sebut muncul akibat penggunaan bangkai ayam sebagai pakan ikan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dinilai berdampak pada aktivitas harian warga.
Baca Juga: Brimob Ledakkan Ranjau Darat yang Ditemukan Masyarakat Tanjungpura Langkat
“Baunya sangat menyengat sampai masuk ke dalam rumah, bahkan ke kamar,” ungkap seorang warga berinisial P (70), Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, penggunaan bangkai ayam sebagai pakan sudah pernah diingatkan kepada penjaga kolam. Warga meminta agar pakan tersebut diolah terlebih dahulu, seperti direbus, guna mengurangi bau menyengat yang ditimbulkan.
Namun, keluhan warga tampaknya belum mendapat respons maksimal. Saat dikonfirmasi wartawan di lokasi, penjaga kolam yang disebut sebagai kerabat pemilik usaha enggan memberikan keterangan. Bahkan, ia sempat melontarkan pernyataan yang memicu tanda tanya.
“Sudah diamankan semua,” ujar sumber singkat di lokasi sambil pergi meninggalkan awak media.
Sementara itu, Kepala Dusun VII Kampung Pala, Irwan, membenarkan adanya aktivitas pemberian pakan berupa bangkai ayam di kolam lele tersebut. Ia menyebut warga telah menyampaikan protes secara langsung kepada pihak pengelola.
“Kami bersama warga sudah datang ke lokasi dan meminta agar tidak lagi menggunakan bangkai ayam sebagai pakan, karena baunya sangat mengganggu hingga ke dalam rumah warga,” jelas Irwan.
Ia menegaskan, warga tidak menolak keberadaan usaha ternak tersebut, namun meminta pengelola lebih memperhatikan dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
“Harapan kami, usaha tetap berjalan, tapi jangan sampai mencemari lingkungan dan mengganggu warga,” pungkasnya.
Diketahui, persoalan ini sebelumnya juga sempat viral di media sosial, memicu perhatian publik terkait praktik pemberian pakan yang dinilai tidak layak dan berpotensi mencemari lingkungan.(fad/ram)
Editor : Juli Rambe