Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

JJalinsum Sosopan–Sibuhuan Kembali Lancar, Tiga Hari Penanganan Intensif Singkirkan Longsor

Johan Panjaitan • Senin, 4 Mei 2026 | 15:00 WIB
Jalinsum Sosopan-Sibuhuan kembali berjalan normal usai ditangani alat berat membersihkan tanah longsor selama tiga hari. (Mitra Harahap/Sumut Pos)
Jalinsum Sosopan-Sibuhuan kembali berjalan normal usai ditangani alat berat membersihkan tanah longsor selama tiga hari. (Mitra Harahap/Sumut Pos)

 

PALAS, Sumutpos.jawapos.com-Urat nadi transportasi di Kabupaten Padang Lawas kembali pulih. Ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sosopan–Sibuhuan yang sempat lumpuh akibat longsor, kini telah kembali dapat dilalui secara normal setelah penanganan intensif selama tiga hari.

Pemulihan akses ini merupakan hasil kerja cepat Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumatera Utara melalui UPTD BMCK Gunung Tua, yang bergerak sejak Jumat hingga Minggu (1–3/5/2026).

Longsor yang terjadi di Desa Uluaer, Kecamatan Sosopan, sebelumnya menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 65 meter. Material tanah dan bebatuan yang menumpuk sempat menghambat mobilitas warga dan distribusi barang di jalur vital tersebut.

Kepala UPTD BMCK Gunung Tua, Ir. Hasian Negara Dasopang, ST., MAP., melalui Kasi Bina Marga, Tua Sagala Hasibuan, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan alat berat begitu menerima laporan.

Baca Juga: SMPN 4 Sidikalang Siap Dibuka, Rekrut 11 Guru dan Tampung Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027

“Kami turunkan ekskavator untuk membersihkan material longsor. Prioritas utama adalah membuka akses secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terhenti,” ujarnya.

Namun, penanganan tidak berhenti pada pembersihan semata. Tim di lapangan juga melakukan penguatan struktur jalan untuk mengantisipasi kerusakan lanjutan. Badan jalan diperkeras menggunakan material urugan pilihan (sirtu) agar lebih stabil, terutama bagi kendaraan bermuatan berat yang melintas.

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi geografis kawasan yang berbukit dan rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

Meski jalur telah kembali normal, pengendara diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi titik bekas longsor di Desa Uluaer. Sisa material tanah yang licin masih berpotensi membahayakan, terlebih saat hujan turun.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#sosopan #sibuhuan #jalinsum #longsor #Norma