DAIRI, Sumutpos.jawapos.com-Suasana belajar di SMA Negeri 1 Sumbul, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, mendadak berubah mencekam pada Selasa (5/5/2026) pagi. Puluhan siswa dilaporkan mengalami kesurupan massal saat mengikuti kegiatan rutin di halaman sekolah.
Peristiwa tak biasa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, ketika para siswa tengah berbaris. Awalnya, hanya tiga siswa dari kelas X dan XI yang menunjukkan gejala tidak wajar. Mereka kemudian dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk penanganan awal.
Namun situasi berkembang cepat. Dalam waktu singkat, sejumlah siswa lain turut mengalami kondisi serupa—berteriak, memberontak, hingga diduga mengalami halusinasi. Kepanikan pun tak terhindarkan di lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 1 Sumbul, Juliman Simarmata, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut fenomena ini baru pertama kali terjadi di sekolah yang dipimpinnya.
“Awalnya hanya beberapa siswa, tapi kemudian bertambah. Bahkan saat mencoba menenangkan, kami sempat mendapat perlawanan dari siswa yang kesurupan,” ujarnya.
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Pelaku Curas Disertai Cabul di Tebing Tinggi Diringkus Polisi
Pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan memanggil petugas Puskesmas, unsur pemerintah kecamatan, serta tokoh agama dari berbagai latar belakang—Kristen Protestan, Katolik, dan Islam—untuk membantu penanganan.
Sejumlah siswa yang kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut langsung dibawa ke Puskesmas terdekat. Sementara itu, upaya penanganan di lokasi dilakukan melalui pendekatan medis dan spiritual, termasuk doa bersama.
Camat Sumbul, Rinto Hutauruk, yang turut hadir di lokasi, memastikan situasi berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat. Sekitar pukul 09.00 WIB, kondisi para siswa mulai berangsur normal.
“Syukurlah tidak ada korban. Semua siswa sudah dalam kondisi aman,” kata Juliman.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan seluruh siswa lebih awal guna mencegah kejadian serupa terulang pada hari yang sama.
Baca Juga: Basarnas Masuk Top 10 Dunia, Kemampuan SAR Indonesia Diakui Internasional
Meski telah tertangani, penyebab pasti fenomena kesurupan massal ini belum dapat dipastikan. Dugaan sementara mengarah pada faktor psikologis kolektif, meski pihak sekolah masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan