Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Di Balik Semangkuk Nasi Gratis, Ada Upaya Merawat Kepercayaan Publik

Johan Panjaitan • Jumat, 8 Mei 2026 | 20:40 WIB
Warung Polri Presisi Polres Labuhanbatu menjamu makan gratis bagi masyarakat kota Rantauprapat (Fajar/Sumut Pos)
Warung Polri Presisi Polres Labuhanbatu menjamu makan gratis bagi masyarakat kota Rantauprapat (Fajar/Sumut Pos)

 

LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com-Pemandangan berbeda terlihat di Lapangan Ika Bina, Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Jumat (8/5/2026). Di bawah suasana siang yang hangat, ratusan warga tampak mengantre menikmati makanan gratis yang dibagikan langsung oleh personel Polisi Wanita (Polwan) bersama Bhayangkari Cabang Labuhanbatu.

Sekitar 350 porsi makanan dibagikan dalam kegiatan Warung Polri Presisi. Namun lebih dari sekadar aksi berbagi, kegiatan itu menyimpan pesan yang lebih dalam: membangun kembali kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Di tengah citra polisi yang selama ini lekat dengan patroli, razia, dan penindakan hukum, suasana santai di lapangan tersebut menghadirkan sisi lain institusi kepolisian — lebih cair, lebih dekat, dan lebih manusiawi.

Kabag SDM Polres Labuhanbatu Kompol Sastrawan Tarigan bersama sejumlah pejabat utama Polres tampak turun langsung menyapa warga. Tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan kesempatan itu untuk berbincang santai dengan aparat kepolisian, sesuatu yang jarang terjadi dalam situasi formal.

Seorang pengemudi ojek online yang ikut mengantre mengaku merasakan suasana berbeda ketika dapat makan bersama personel polisi tanpa sekat dan tekanan.

Baca Juga: Ini Daftar Harga SimpelRoam Haji dari Indosat IM3

Fenomena kecil seperti itu mungkin terlihat sederhana. Namun dalam konteks pelayanan publik modern, pendekatan sosial justru menjadi bagian penting dalam membangun legitimasi dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun profesi.

Pernyataan itu sejalan dengan tantangan besar yang kini dihadapi banyak institusi penegak hukum: bagaimana menghadirkan polisi yang tidak hanya bekerja saat ada pelanggaran hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Warung Polri Presisi menjadi semacam simbol bahwa keamanan tidak semata lahir dari sirene patroli atau operasi penegakan hukum. Rasa aman tumbuh dari hubungan yang sehat antara warga dan aparat — hubungan yang dibangun melalui komunikasi, kedekatan, dan rasa saling percaya.

Baca Juga: Usulan Pansus Plasma Dinilai Mandek, IWO Batu Bara Siap Turun ke Jalan

Kepercayaan publik sendiri menjadi modal paling penting bagi institusi kepolisian. Tanpa kepercayaan, sekeras apa pun penegakan hukum dilakukan, jarak antara masyarakat dan aparat akan tetap terasa.

Karena itu, kegiatan sederhana seperti berbagi makanan justru memiliki makna sosial yang tidak kecil.

Menariknya, Polres Labuhanbatu juga menunjukkan perhatian terhadap aspek pelayanan dengan melakukan pemeriksaan security food terhadap seluruh makanan yang dibagikan kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi warga aman dan higienis.(fdh/han)

Editor : Johan Panjaitan
#warung presisi #makanan gratis #kepercayaan publik #polres labuhanbatu