Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tebing Tinggi–Tanjungbalai Perkuat Layanan Digital, Reformasi Birokrasi Tak Lagi Sekadar Seremoni

Johan Panjaitan • Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:25 WIB
KERJA SAMA: Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik bersama Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan kesepakatan penguatan pelayanan publik berbasis digital di Ruang Mawar, Balai Kota Tebing Tinggi, Jumat (22/5/2026), (Azan Purba/ Sumut Pos)
KERJA SAMA: Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik bersama Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan kesepakatan penguatan pelayanan publik berbasis digital di Ruang Mawar, Balai Kota Tebing Tinggi, Jumat (22/5/2026), (Azan Purba/ Sumut Pos)

 

TEBING TINGGI, Sumutpos.jawapos.com- Pemerintah Kota Tebing Tinggi dan Pemerintah Kota Tanjungbalai resmi membangun kolaborasi strategis dalam penguatan pelayanan publik berbasis digital. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antarkedua daerah di Ruang Mawar, Balai Kota Tebing Tinggi, Jumat (22/5/2026), sebagai langkah mempercepat reformasi birokrasi dan modernisasi layanan pemerintahan.

Kerja sama tersebut mempertemukan Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, dan Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung. Fokus utama kolaborasi diarahkan pada pengelolaan aplikasi pemerintahan, integrasi sistem pelayanan, serta penguatan kapasitas aparatur dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efektif, dan responsif.

Di tengah tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, kedua daerah sepakat bahwa digitalisasi birokrasi tidak cukup hanya menghadirkan aplikasi, tetapi juga memastikan sistem benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh publik.

Sekdako Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, menegaskan bahwa reformasi birokrasi membutuhkan komitmen serius seluruh organisasi perangkat daerah, bukan sekadar program administratif atau proyek seremonial.

“Kerja sama ini bukan hanya penandatanganan di atas kertas. Yang terpenting adalah bagaimana sistem yang dibangun bisa diterapkan secara nyata dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Erwin.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Pejuang Perang Songgal, Wawako Jiji: Binjai Bukan Sekadar Kota Rambutan

Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan reformasi birokrasi, penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), hingga keterbatasan sumber daya aparatur dan anggaran daerah.

Menurutnya, perubahan pola pelayanan menjadi kebutuhan mendesak karena masyarakat kini dapat menyampaikan keluhan secara langsung kepada kepala daerah melalui berbagai platform digital.

“Kepala OPD harus memiliki mental pelayanan yang kuat. Semua harus bergerak cepat merespons persoalan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemko Tanjungbalai menyampaikan ketertarikan mengadopsi sejumlah inovasi digital milik Pemko Tebing Tinggi, termasuk aplikasi “SITALAKBAJAKUN” yang dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

Baca Juga: Perlintasan Tanpa Palang Kembali Makan Korban, Pajero Ditabrak KA Barang hingga Terseret 50 Meter

Sekdako Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung, mengapresiasi keterbukaan Tebing Tinggi dalam berbagi inovasi pemerintahan berbasis digital. Ia menilai keberhasilan transformasi pelayanan publik tidak ditentukan dari banyaknya aplikasi yang dibuat, melainkan konsistensi dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.

“Aplikasi bukan hanya soal dibuat, tetapi bagaimana dipelihara dan digunakan secara berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Nurmalini.

Ia juga memaparkan inovasi digital yang sedang dikembangkan Pemko Tanjungbalai, salah satunya aplikasi “CATIN” yang mengintegrasikan pelayanan calon pengantin melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah.

Menurut Nurmalini, aparatur sipil negara saat ini dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menjadi problem solver dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

“Kita bukan hanya ASN yang melayani, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dengan respons yang cepat dan tepat,” ucapnya.

Melalui kerja sama tersebut, kedua pemerintah daerah berharap pertukaran inovasi digital dan penguatan tata kelola pemerintahan dapat terus berkembang demi menciptakan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan transparan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Tebing Tinggi Reza Agista, Kabag Organisasi Ernawati Lubis, Kabag Pemerintahan Risky Safitri, serta jajaran Pemerintah Kota Tanjungbalai.(mag-3/han)

Editor : Johan Panjaitan
#penguatan layanan #reformasi birokrasi #digital #Pemko Tebingtinggi