Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Apel Gabungan Pemko Binjai, Sekda Dorong ASN Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Sampah

Johan Panjaitan • Senin, 25 Mei 2026 | 21:30 WIB

Jajaran ASN saat mengikuti apel dengan pembina Sekda Binjai, Chairin Simanjuntak. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)
Jajaran ASN saat mengikuti apel dengan pembina Sekda Binjai, Chairin Simanjuntak. (Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

 

BINJAI, Sumutpos.jawapos.com- Persoalan sampah kini tidak lagi dipandang sekadar isu kebersihan semata. Di tengah meningkatnya volume limbah rumah tangga dan tantangan lingkungan perkotaan, Pemerintah Kota Binjai mulai mendorong perubahan pola pikir aparatur sipil negara agar ikut terlibat langsung dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin Simanjuntak, saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kota Binjai yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin (25/5/2026). Apel tersebut diikuti pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), hingga tenaga Non-ASN di lingkungan Pemko Binjai.

Dalam amanatnya, Chairin menegaskan persoalan sampah telah menjadi tantangan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, kesehatan lingkungan, hingga keberlanjutan pembangunan daerah.

Baca Juga: Penyelidikan 12 Hari, Satresnarkoba Polres Langkat Ungkap Dua Kasus Menonjol 

Menurutnya, penanganan persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah ataupun petugas kebersihan semata. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk ASN, untuk membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

“Seluruh ASN Pemerintah Kota Binjai harus menjadi bagian dari solusi. ASN harus menjadi duta lingkungan di mana pun berada, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujar Chairin.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis pengurangan sejak dari sumber. Salah satu langkah yang kini terus dikembangkan DLH Binjai ialah program budidaya maggot untuk mengolah sampah organik.

Melalui program tersebut, sampah organik yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) diolah menjadi pakan ternak berkadar protein tinggi dan pupuk bernilai ekonomis. Konsep ini dinilai sejalan dengan penerapan ekonomi sirkular yang mulai didorong pemerintah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Rp 30 Ribu, Kini Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

DLH Binjai menilai program budidaya maggot mampu menjadi solusi ganda, yakni mengurangi beban sampah organik sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah rumah tangga.

Pemerintah Kota Binjai berharap keterlibatan ASN sebagai agen edukasi dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri, sehingga persoalan lingkungan dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Sekda Binjai #organik #sampah #asn