LABURA, Sumutpos.jawapos.com– Setelah berbulan-bulan menghadapi keterbatasan akses akibat putusnya jembatan gantung (rambin) penghubung Pulo Godang menuju Padang Mahondang, secercah harapan akhirnya mulai terlihat bagi masyarakat Desa Silumajang, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Harapan itu hadir ketika tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Labuhanbatu Utara turun langsung melakukan pengukuran di lokasi rambin yang akan dibangun kembali, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut turut didampingi Penjabat Kepala Desa Silumajang, Baharuddin Ritonga, sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Di tepi sungai yang selama ini menjadi penghalang aktivitas warga, tim teknis melakukan serangkaian pengukuran untuk memastikan aspek teknis pembangunan berjalan akurat. Mulai dari penentuan titik koordinat pondasi, bentang jembatan, hingga kondisi lokasi menjadi bagian penting yang diperiksa sebelum proses konstruksi dimulai.
Bagi masyarakat Pulo Godang, pengukuran itu bukan sekadar tahapan teknis. Kehadiran tim di lapangan menjadi tanda bahwa aspirasi yang selama ini mereka suarakan mulai mendapat jawaban nyata.
Baca Juga: Razia THM di Binjai, Samudera Selatan Mendadak Tutup Saat Didatangi Petugas
Sejak rambin putus, mobilitas warga mengalami gangguan cukup signifikan. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga urusan sehari-hari menjadi lebih sulit karena warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Silumajang untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara agar pembangunan kembali rambin menjadi salah satu prioritas.
"Hari ini kami bersama tim dari Dinas PU Labura turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran titik koordinat dan bentangan jembatan. Ini adalah komitmen kita bersama agar pembangunan kembali rambin Pulo Godang bisa dipercepat," ujar Baharuddin Ritonga.
Menurutnya, keberadaan rambin bukan hanya sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga menjadi jalur vital yang menghubungkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara, khususnya Bupati Labura dan Dinas PU, yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat terkait pembangunan kembali jembatan tersebut.
Langkah konkret yang dilakukan pemerintah mendapat sambutan positif dari warga. Mereka berharap proses pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.
"Rambin ini adalah urat nadi perekonomian kami. Kalau sudah dibangun kembali, kami tidak perlu lagi memutar jauh atau merasa khawatir saat menyeberang. Terima kasih kepada Pak Kades dan Dinas PU yang sudah turun langsung melihat kondisi di lapangan," ujar T. Hasibuan, salah seorang warga.
Baca Juga: Gerebek Kampung Toba, Polisi Temukan Jejak Sabu dari Laporan Warga
Bagi masyarakat setempat, jembatan gantung itu bukan sekadar infrastruktur fisik. Ia merupakan penghubung kehidupan, akses menuju sumber penghidupan, sekaligus simbol keterhubungan antarwilayah yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas warga.
Pemerintah Desa Silumajang berharap seluruh tahapan persiapan pembangunan dapat berjalan lancar sehingga proses konstruksi bisa segera dimulai. Warga juga diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai selama proses persiapan dan pembangunan berlangsung.(ind/han)
Editor : Johan Panjaitan