MEDAN, SUMUT POS- Ketua Panitia Pelaksana ASEAN U-19 Boys Championship 2026 Andi Atmoko Panggabean, angkat bicara terkait kericuhan yang sempat terjadi akibat sekelompok pedagang yang berupaya masuk ke kawasan Sport Center Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).
Andi menjelaskan, pengaturan pedagang di kawasan penyelenggaraan turnamen telah dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Tidak seluruh pedagang dapat masuk dan berjualan di dalam kompleks karena terdapat sistem pendataan dan kuota yang telah disepakati sebelumnya.
Menurutnya, panitia hanya memberikan akses kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah terdaftar secara resmi serta memperoleh persetujuan untuk berjualan selama berlangsungnya turnamen.
"Memang ada aturan yang sudah dibuat. Tidak semua pedagang bisa masuk. Yang diperbolehkan berjualan adalah UMKM yang sudah terdaftar dan mendapat persetujuan," kata Andi Atmoko saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Jumat (5/6/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa selain pedagang yang telah terdaftar, terdapat hak dan kewajiban dari pihak sponsor yang turut menjadi bagian dari penyelenggaraan kegiatan.
Karena itu, pengaturan mengenai lokasi dan jumlah pedagang dilakukan agar pelaksanaan turnamen dapat berjalan tertib dan sesuai dengan kesepakatan yang ada.
"Selain UMKM yang sudah terdaftar, ada juga sponsor yang memiliki ketentuan tertentu. Jadi semuanya sudah diatur dan tidak bisa sembarangan," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Moko itu mengakui sempat terjadi perdebatan dan keributan terkait persoalan tersebut. Namun, pihaknya memilih untuk tidak memperpanjang polemik agar situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu jalannya ajang ASEAN U-19 Boys Championship.
"Kami tidak ingin persoalan ini semakin melebar. Intinya, ada aturan yang jelas mengenai siapa saja yang dapat masuk dan berjualan di area kegiatan," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diterapkan bukan untuk membatasi masyarakat mencari nafkah, melainkan untuk menjaga ketertiban dan memastikan seluruh pihak yang terlibat telah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kericuhan yang terjadi sebelumnya dipicu oleh adanya sejumlah pedagang yang ingin memasuki kawasan Sport Center Batang Kuis untuk berjualan, namun tidak termasuk dalam daftar pedagang resmi yang telah disiapkan panitia. Situasi tersebut sempat memicu ketegangan, namun akhirnya dapat dikendalikan.
Panitia berharap seluruh pihak dapat memahami mekanisme yang telah ditetapkan sehingga penyelenggaraan ASEAN U-19 Boys Championship di Sumatera Utara dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta para pelaku UMKM yang telah mengikuti prosedur yang berlaku.(san/ram)
Editor : Juli Rambe