MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan dan sekitarnya. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan yang terus berlanjut, terutama pada pengisian BBM jenis Pertalite.
Di lapangan, antrean kendaraan roda dua terlihat mengular di SPBU Gang Benteng, Bangun Sari Baru, kawasan perbatasan Medan–Deliserdang, Kecamatan Tanjung Morawa, Minggu (14/6). Sejak pagi hari, arus kendaraan sudah memadati lokasi pengisian BBM.
Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai kondisi ini dipicu oleh pergeseran konsumsi masyarakat setelah kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya, yang naik sebesar Rp3.950 per liter. Menurutnya, selisih harga yang cukup lebar mendorong pengguna Pertamax beralih ke Pertalite, khususnya pengendara roda dua.
“Situasi ini membuat permintaan Pertalite meningkat tajam. Jika tidak diantisipasi dengan penyesuaian distribusi, antrean akan semakin panjang,” ujarnya.
Ia menilai, kebijakan penyesuaian harga BBM seharusnya diiringi dengan penguatan pasokan Pertalite di lapangan. Tanpa langkah tersebut, antrean di SPBU akan semakin sulit dikendalikan, terlebih ketika permintaan BBM subsidi sudah tinggi sebelumnya akibat kebutuhan solar.
Gunawan juga mengingatkan bahwa kondisi global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah, dapat memperburuk situasi energi nasional. Jika harga minyak dunia bertahan di kisaran 90 hingga 110 dolar per barel, maka tekanan terhadap harga dan distribusi BBM dalam negeri akan semakin besar.
“Ini bukan hanya persoalan lokal, tetapi juga terkait kondisi global yang bisa berdampak langsung ke masyarakat,” katanya.
Ia bahkan memperkirakan bahwa jika situasi terus berlanjut, kebijakan energi nasional bisa mengalami penyesuaian lebih luas, termasuk kemungkinan pembatasan BBM hingga potensi perubahan harga BBM bersubsidi. Dalam skenario tersebut, antrean panjang di SPBU berpotensi menjadi kondisi yang semakin umum.
“Ketahanan energi harus menjadi perhatian utama agar masyarakat tidak terus dibebani antrean dan ketidakpastian,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kepolisian tidak memiliki kewenangan dalam urusan kelangkaan BBM. Menurutnya, tugas aparat hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban di area SPBU.
Baca Juga: Pasokan BBM Sumut Dipastikan Aman, Pemerintah Imbau Warga Tak Terjebak Panic Buying
“Kami hanya melakukan pengamanan agar antrean tetap tertib, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta mencegah adanya kecurangan seperti pengisian menggunakan jeriken atau potensi keributan,” tegasnya.
Ia menambahkan, personel kepolisian telah disiagakan di sejumlah SPBU untuk memastikan situasi tetap kondusif di tengah meningkatnya antrean kendaraan.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan