LABUHANBATU, Sumutpos.jawapos.com – Penantian panjang keluarga Habib Zuhri Sagala (25) akhirnya berakhir. Setelah dinyatakan hilang selama 10 hari akibat hanyut di Sungai Bilah, jasad pemuda asal Lingkungan Pekan Lama, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara itu akhirnya ditemukan warga pada Rabu (1/7/2026) pagi.
Korban ditemukan mengambang di aliran Sungai Bilah, tepatnya di Dusun Tanjung Makmur, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan, sekitar pukul 06.00 WIB. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 10 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam pada Senin (22/6/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jasad korban sebenarnya pertama kali terlihat oleh seorang pekerja penyedot pasir di kawasan Dusun Kampung Salam, Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, sekitar pukul 02.00 WIB.
Namun, karena panik dan memilih mencari bantuan warga lain, jasad korban kembali terseret derasnya arus sungai hingga hanyut ke arah hilir.
Baca Juga: Samha Putra Husin Kembali Pimpin AFK Binjai, Bidik Medali Porprovsu 2026
"Pekerja penyedot pasir menemukan mayat hanyut sekitar pukul 02.00 WIB. Karena takut, saat meminta bantuan warga lainnya, mayat itu kembali hanyut," ujar Lurah Kota Rantauprapat, Ahmad Zailani Nasution.
Beberapa jam kemudian, seorang pemuda bernama Husin yang sedang berada di sebuah kafe di kawasan Sei Bilah, Dusun Tanjung Makmur, melihat jasad korban mengapung di sungai. Bersama warga sekitar, ia segera mengevakuasi jenazah ke tepian sungai sambil menunggu kedatangan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labuhanbatu.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah RSUD Rantauprapat untuk dilakukan proses pembersihan serta pelaksanaan fardu kifayah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Di kamar jenazah RSUD Rantauprapat, korban dimandikan, dikafani, dan disalatkan. Setelah sempat disinggahkan ke rumah duka, jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman Paindoan," kata Ahmad Zailani.
Menurutnya, ditemukannya jasad Habib Zuhri sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat berkembang di tengah masyarakat mengenai keberadaan korban.
Sebelumnya, upaya pencarian dilakukan secara intensif selama enam hari berturut-turut oleh keluarga, warga, BPBD Labuhanbatu, hingga tim Basarnas yang didatangkan dari Tanjungbalai. Sejumlah perahu nelayan bermesin, perahu karet, serta penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bilah telah dilakukan.
Meski seluruh kemampuan pencarian telah dikerahkan, derasnya arus sungai membuat jasad korban belum berhasil ditemukan hingga operasi pencarian akhirnya dihentikan.
Sepuluh hari setelah peristiwa nahas itu terjadi, Sungai Bilah akhirnya mengembalikan jasad Habib Zuhri kepada keluarganya. Duka yang menyelimuti keluarga memang belum sirna, tetapi setidaknya penantian panjang itu telah berakhir dengan kepastian, sehingga korban dapat dimakamkan secara layak di kampung halamannya.(fdh/han)
Editor : Johan Panjaitan