STABAT, SumutPos.Jawapos.com – Di tengah perhatian publik terhadap kabar diamankannya Bupati Langkat Syah Afandin dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), aktivitas pemerintahan di Kabupaten Langkat tetap berjalan.
Salah satunya terlihat dari kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Jentera Malay, Stabat, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Amril, jajaran TNI-Polri, tokoh pemuda, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Baca Juga: Australia vs Mesir: Socceroos Pertaruhkan Harga Diri Asia
Pantauan di lokasi, suasana berlangsung santai. Para tamu menikmati pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Swiss melawan Aljazair sambil disuguhi aneka makanan tradisional seperti jagung rebus, ubi rebus, dan kacang tanah rebus.
Sejumlah tokoh yang tampak hadir di antaranya Ketua MPC Pemuda Pancasila Langkat Dewa Perangin-angin, Ketua SAPMA PP Langkat Agung Haekal, Direktur PDAM Tirtawampu Herman Sukendar, Tim Ahli Bupati Langkat Surkani, serta Kabag Umum Setdakab Langkat Mahardika Sastra Nasution.
Hingga pertandingan berlangsung, para undangan terlihat fokus menyaksikan jalannya laga, sementara kegiatan nobar tetap berjalan seperti agenda yang telah dijadwalkan.
Ruang Kerja Bupati Masih Disegel
Di sisi lain, perhatian masyarakat masih tertuju pada perkembangan penanganan perkara yang dilakukan KPK.
Sehari sebelumnya, ruang kerja Bupati Langkat Syah Afandin di Kantor Bupati Langkat tampak telah disegel. Pada pintu ruang kerja bupati dan ruang pertemuan di lantai dua terpasang stiker bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK" yang dilengkapi tanda tangan penyelidik serta tanggal penyegelan, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga: Argentina vs Tanjung Verde: Menanti Ketajaman Tandem Messi
Meski akses menuju ruang kerja bupati ditutup, aktivitas pelayanan di kompleks Kantor Bupati Langkat tetap berlangsung normal. Pegawai masih menjalankan tugas seperti biasa, sementara masyarakat tetap datang mengurus berbagai keperluan administrasi.
Pengembangan OTT Masih Berlangsung
Kabar mengenai operasi tangkap tangan KPK bermula dari Kota Binjai pada Kamis (2/7/2026). Tim antirasuah dikabarkan melakukan penindakan yang diduga berkaitan dengan praktik penerimaan fee proyek.
Dari Binjai, operasi disebut berkembang ke sejumlah lokasi di Kota Medan dan wilayah lain di Sumatera Utara. Informasi yang beredar menyebut sejumlah pihak diamankan, mulai dari kalangan rekanan proyek, pihak swasta hingga kepala daerah.
Namun hingga kini, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai konstruksi perkara, jumlah pihak yang diamankan maupun status hukum mereka.(ted/han)
Editor : Johan Panjaitan