BELAWAN, SUMUT POS - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sumatera Utara, Kombes Pol. Budi Novijanto, meninjau langsung pelaksanaan Medical Check Up (MCU) I bagi calon kandidat Program Government to Government (G to G) Jepang Batch ke-20 di Rumah Sakit PHC Medan, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan itu, Budi Novijanto didampingi jajaran BP2MI Sumut dan disambut oleh Direktur Utama RS PHC Medan Aprilla Dwison beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Baca Juga: JPU Sebut Eksepsi Terdakwa Korupsi Waterfront City Samosir Sudah Masuk Pokok Perkara
Budi Novijanto mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin antara BP2MI Sumatera Utara dengan RS PHC Medan dalam mendukung proses penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya melalui skema Government to Government (G to G).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran RS PHC Medan yang telah menerima kunjungan kami. Sebenarnya kami memang sudah lama merencanakan untuk melihat secara langsung proses medical check up di sini. Kebetulan ada kesempatan, sehingga hari ini kami bisa menyaksikan langsung bagaimana tahapan pemeriksaan kesehatan bagi adik-adik kita yang akan berangkat bekerja ke luar negeri," ujar Budi Novijanto.
Ia menjelaskan, dirinya baru sekitar enam bulan bertugas sebagai Kepala BP2MI Sumatera Utara. Sebelumnya, ia mengemban tugas di BP2MI wilayah Batam selama kurang lebih dua setengah tahun sebelum mendapat amanah di Sumatera Utara.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tahapan paling penting dalam proses penempatan pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu, BP2MI terus memastikan seluruh calon pekerja migran memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang profesional dan memenuhi standar negara tujuan.
"Ke depan, proses penempatan pekerja migran yang selama ini medical check up-nya dilaksanakan di RS PHC Medan masih akan didominasi oleh program G to G. Namun kami juga sedang menyiapkan perluasan kerja sama dengan beberapa negara tujuan baru, tidak hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Jerman, dan sejumlah negara lainnya yang saat ini masih dalam proses penyusunan perjanjian kerja sama," katanya.
Budi mengatakan, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan sekitar 20 negara untuk membuka peluang penempatan pekerja migran Indonesia melalui skema resmi Government to Government. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Sumatera Utara.
"Kami berharap semakin banyak negara yang bekerja sama dengan Indonesia sehingga semakin banyak pula kesempatan kerja yang tersedia. Program ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran, terutama di Sumatera Utara," ungkapnya.
Ia juga berharap RS PHC Medan dapat terus mendukung BP2MI dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran Indonesia. Menurutnya, hasil MCU menjadi salah satu syarat utama yang harus dipenuhi sebelum seseorang diberangkatkan bekerja ke luar negeri.
"Medical check up merupakan persyaratan utama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Karena itu kami berharap RS PHC Medan terus membantu kami memberikan layanan pemeriksaan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh calon pekerja migran," ujarnya.
Selain memastikan kesehatan fisik para calon pekerja migran, Budi menilai layanan kesehatan yang diberikan rumah sakit juga menjadi bentuk jaminan bagi negara tujuan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki kondisi kesehatan yang baik sebelum diberangkatkan.
Ia optimistis kolaborasi antara BP2MI Sumatera Utara dan RS PHC Medan akan terus berkembang seiring meningkatnya jumlah penempatan pekerja migran Indonesia ke berbagai negara.
"Kami berharap kerja sama dan kolaborasi ini terus berlanjut dengan semakin baik. Semoga jumlah penempatan pekerja migran Indonesia terus meningkat sehingga cita-cita pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran dapat benar-benar terwujud," tutupnya.(san/ram)
Editor : Juli Rambe