Dairi - Seorang pelajar kelas XI Global Jaya School, Bintaro, Tangerang Selatan, Carlo Marville Harefa, membuktikan bahwa generasi muda mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui teknologi.
Melalui website "Sahabat Lansia" yang dikembangkannya, Carlo membantu mempercepat pengelolaan data dan pelaporan Program Lansia di UPT Puskesmas Kilometer 11, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
UPT Puskesmas Kilometer 11 melayani masyarakat di 12 desa dengan total 3.319 lansia sebagai sasaran pelayanan. Selama ini, proses pencatatan, pencarian data, hingga penyusunan laporan masih dilakukan secara manual karena belum tersedia sistem yang terintegrasi. Kondisi tersebut membuat pengelolaan data memerlukan waktu lebih lama dan kurang efisien.
Baca Juga: DPRD Sumut Soroti Tiket Mahal PRSU, Rudi Alfahri: Jangan Berbisnis dengan Rakyat
Menjawab kebutuhan tersebut, sejak April 2026 website "Sahabat Lansia" mulai diimplementasikan sebagai sistem pendukung digital untuk membantu tenaga kesehatan dalam pencatatan, pengolahan data, penyusunan laporan bulanan, hingga penelusuran data historis program lansia.
Melalui platform tersebut, data dari 12 desa dapat terintegrasi dalam satu sistem yang lebih terstruktur, mudah diakses, dan tersedia secara real time, sehingga memudahkan proses pengambilan informasi maupun penyusunan laporan.
Sebagai bagian dari implementasi, Carlo juga menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada tenaga kesehatan UPT Puskesmas Kilometer 11 pada 9-10 Juli 2026.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Solid
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pengguna terhadap berbagai fitur yang tersedia sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sistem sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala UPT Puskesmas Kilometer 11, dr. Hardi Gurning, M.K.M., mengapresiasi inovasi yang dihadirkan Carlo.
"Kami mengucapkan terima kasih atas inisiatif yang telah diberikan oleh Carlo. Kehadiran generasi muda yang mampu menghadirkan solusi melalui teknologi merupakan bentuk kolaborasi yang sangat berarti bagi kami dalam mendukung pelayanan kesehatan. Website ini menjadi langkah awal dalam digitalisasi proses kerja tenaga kesehatan, khususnya dalam pengelolaan informasi dan pelaporan layanan," ujar dr. Hardi.
Baca Juga: Serap Aspirasi Pasien, Tiorita Sidak RSUD Tanjungpura: Disiplin Pegawai Jadi Sorotan
Hal senada disampaikan Penanggung Jawab Program Lansia UPT Puskesmas Kilometer 11, Yuli K. Harefa, S.K.M., M.K.M. Menurutnya, sistem tersebut mempermudah petugas dalam mengelola data sekaligus meningkatkan efektivitas pekerjaan.
"Dengan adanya website ini, proses pengelolaan data dan penyusunan laporan Program Lansia menjadi lebih terintegrasi. Petugas dapat mengakses dan mengelola data dengan lebih mudah sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien," katanya.
Carlo menjelaskan bahwa website "Sahabat Lansia" dibangun sebagai sistem informasi pelaporan kesehatan lansia berbasis web menggunakan teknologi React, Node.js/Express, dan MongoDB.
Baca Juga: Jaga Rasa dan Kualitas, Ini Durasi yang Tepat Menyeduh Teh
"Melalui sistem ini, petugas dapat mengunggah data Excel, melakukan pratinjau dan validasi data, kemudian memantau berbagai indikator layanan melalui dashboard. Harapannya, sistem ini dapat membantu tenaga kesehatan bekerja lebih cepat, akurat, dan terstruktur," jelas Carlo.
Bagi Carlo, pengembangan website tersebut bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bentuk kontribusi nyata sebagai pelajar yang ingin memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu yang dimilikinya.
"Saya percaya teknologi dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan di masyarakat. Sebagai pelajar, saya ingin apa yang saya pelajari dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan," tuturnya.
Baca Juga: Pelindo Regional 1 Tanam 2.500 Pohon di Belawan
Inovasi "Sahabat Lansia" menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor kesehatan mampu melahirkan solusi yang aplikatif.
Kehadiran sistem ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan layanan kesehatan lansia yang lebih modern, efisien, dan berbasis data di Kabupaten Dairi. (rel/tri)
Editor : Redaksi