LUBUK PAKAM, Sumutpos.jawapos.com – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Deliserdang dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar diduga dipicu gangguan pasokan, sehingga masyarakat harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Kondisi tersebut terjadi setelah masyarakat beralih menggunakan Pertalite menyusul kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Lonjakan permintaan terhadap BBM bersubsidi membuat stok di sejumlah SPBU cepat habis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU yang tersebar di Kecamatan Lubuk Pakam, Galang, Beringin, Tanjung Morawa, Pantai Labu, Batang Kuis, Percut Sei Tuan, hingga beberapa wilayah lainnya.
Kelangkaan tidak hanya dirasakan di Deliserdang, tetapi juga disebut terjadi di sejumlah daerah lain di Sumatera Utara. Warga menduga persoalan tersebut berkaitan dengan distribusi pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga ke SPBU.
Baca Juga: Pemkab Dairi Batasi Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU, Antrean Panjang Jadi Pemicu
Akibat terbatasnya stok, banyak pengendara harus mengantre sejak pagi. Bahkan, sejumlah sopir truk memilih bertahan hingga bermalam di area SPBU demi memperoleh Solar untuk melanjutkan aktivitas angkutan mereka.
Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena dinilai mengganggu mobilitas sekaligus aktivitas ekonomi yang bergantung pada ketersediaan BBM.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Deliserdang memastikan telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Deliserdang, Sandra Dewi Situmorang, membenarkan adanya gangguan pasokan berdasarkan informasi yang diterima dari Pertamina.
"Instansi terkait sudah menghubungi pihak Pertamina dan mereka mengakui ada gangguan pasokan. Untuk hari ini ada tambahan distribusi, sedangkan pada Senin pasokan diperkirakan kembali normal," ujar Sandra.
Meski demikian, hingga akhir pekan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU, terutama di kawasan Beringin, Lubuk Pakam, dan Tanjung Morawa.
Di sisi lain, masyarakat berharap distribusi BBM segera kembali normal. Mereka juga meminta pemerintah dan Pertamina memastikan pasokan tetap terjaga agar kelangkaan serupa tidak terus berulang dan tidak semakin membebani aktivitas masyarakat.(btr/han)
Editor : Johan Panjaitan