BATU BARA, Sumutpos.jawapos.com– Upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pertanahan sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Batu Bara. Salah satunya melalui pembahasan integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) yang digelar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batu Bara bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kamis (16/7/2026).
Diskusi yang berlangsung di ruang kerja BPN Kabupaten Batu Bara tersebut menjadi bagian dari langkah strategis menyinkronkan data pertanahan dengan data perpajakan. Integrasi kedua sistem diharapkan mampu menciptakan basis data yang lebih akurat, valid, dan terpadu sebagai fondasi penguatan pelayanan publik serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain membahas penyelarasan data NIB dan NOP, kedua instansi juga mendiskusikan sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan pengelolaan aset dan peningkatan efektivitas penerimaan pajak daerah.
Kepala BPN Kabupaten Batu Bara, Hamdani Azmi, S.H., M.H., mengatakan sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam membangun sistem administrasi pertanahan dan perpajakan yang saling terhubung.
"Diskusi ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam mewujudkan data pertanahan dan perpajakan yang akurat, terintegrasi, serta mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan potensi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Batu Bara," ujar Hamdani.
Menurutnya, integrasi data tidak hanya akan mempermudah proses administrasi, tetapi juga membantu pemerintah daerah memperoleh informasi yang lebih presisi dalam pemetaan objek pajak dan pengelolaan aset daerah.
Dengan basis data yang semakin berkualitas, pemerintah dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus meminimalkan potensi perbedaan data antara sektor pertanahan dan perpajakan.
Baca Juga: Performa PSMS Meningkat, Lumat Muspika FC 10-1
Hamdani optimistis kolaborasi yang terjalin antara BPN dan Bapenda akan memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efisien, dan berbasis data.
"Melalui kolaborasi yang baik, kami berharap tercipta tata kelola data yang semakin berkualitas sehingga dapat menjadi dasar dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik, mengoptimalkan penerimaan daerah, serta mendukung pembangunan Kabupaten Batu Bara yang berkelanjutan," pungkasnya.(lib/han)
Editor : Johan Panjaitan