Polisi Pastikan Tak Ada Penembakan di Rumdis Wakil Bupati Deliserdang, Pecahan Kaca Disebut Akibat Batu Kerikil

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 22:22 WIB
Polresta Deli Serdang Gelar Konferensi Pers. (Batara/sumut Pos)
Polresta Deli Serdang Gelar Konferensi Pers. (Batara/sumut Pos)

 

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com– Misteri dugaan penembakan di Rumah Dinas (Rumdis) Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo, yang sempat menggegerkan publik hampir sebulan terakhir akhirnya diungkap kepolisian. Hasil penyelidikan menyimpulkan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada penggunaan senjata api.

Kesimpulan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Terbuka Mapolresta Deliserdang, Selasa (21/7/2026), yang dipimpin Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, didampingi Kasat Reskrim Kompol M. Isra serta tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara.

Konferensi pers juga dihadiri Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Deliserdang.

Kapolresta Hendria Lesmana menjelaskan, sejak laporan dugaan penembakan diterima, penyidik bersama Labfor Polda Sumut melakukan serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan barang bukti, hingga meminta keterangan sejumlah saksi.

"Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan pecahan kaca tidak identik dengan akibat tembakan senjata api. Berdasarkan hasil pengujian dan keterangan para saksi, kaca diduga pecah akibat batu kerikil yang terlontar saat aktivitas pemotongan rumput di sekitar lokasi," kata Hendria.

Tidak Ada Jejak Peluru

Tim Labfor Polda Sumut memaparkan, sejumlah indikator forensik yang lazim ditemukan pada kasus penembakan tidak ditemukan di lokasi kejadian.

Selain tidak ditemukan proyektil maupun serpihan peluru di dalam ruangan, gorden yang berada tepat di belakang kaca jendela juga tidak mengalami kerusakan.

"Kalau memang terjadi penembakan, seharusnya ada benda yang menembus ke dalam ruangan atau minimal merusak gorden. Faktanya, hal itu tidak ditemukan," jelas perwakilan Labfor.

Baca Juga: Polisi Selidiki Titik Ledakan Grand Polonia, Dugaan Kebocoran Gas Mengarah ke Area Dapur

Tim forensik juga melakukan pengujian kimia terhadap pecahan kaca untuk mendeteksi kemungkinan adanya gesekan logam dari proyektil peluru. Hasilnya dinyatakan negatif.

Di sekitar lokasi, penyidik menemukan sejumlah batu kerikil yang disebut memiliki karakteristik serupa dengan material yang berada di taman rumah dinas. Berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelum kejadian memang dilakukan pemotongan rumput menggunakan mesin pemotong.

"Dari seluruh rangkaian pemeriksaan, kami menyimpulkan pecahan kaca tidak disebabkan tekanan proyektil senjata api, melainkan lebih mengarah akibat benturan benda keras berupa batu kerikil," terang tim Labfor.

Berawal dari Dugaan Penembakan

Kasus ini bermula pada Minggu (14/6/2026) ketika kaca jendela kamar pribadi Wakil Bupati Deliserdang ditemukan pecah.

Karena posisi kaca menghadap ke luar, muncul dugaan bahwa kerusakan tersebut disebabkan tembakan orang tak dikenal (OTK). Atas kejadian itu, Wakil Bupati Lom Lom Suwondo kemudian membuat laporan resmi ke Polresta Deliserdang sehingga penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

Muncul Pengakuan Warga

Di tengah penyampaian hasil penyelidikan kepolisian, muncul keterangan dari seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia mengaku memiliki kerabat yang bekerja sebagai petugas pemotong rumput di rumah dinas Wakil Bupati. Menurutnya, setelah peristiwa itu terjadi, kerabatnya dimintai keterangan oleh petugas dan disebut sempat diminta mengakui bahwa pecahan kaca berasal dari batu kerikil yang terlontar akibat mesin pemotong rumput.

Namun, berdasarkan cerita yang diterimanya, kerabat tersebut merasa posisi saat bekerja tidak searah dengan lokasi kaca yang pecah.

Baca Juga: Pasang Baliho Ajak Bayar Pajak, Pemkab Deliserdang Malah Belanjakan APBD di Karo

"Menurut pengakuannya kepada saya, saat membabat rumput posisinya berada di bagian depan rumah dinas. Sementara kaca yang pecah berada di sisi kiri bangunan, tepat di kamar tidur Wakil Bupati. Dia mempertanyakan bagaimana batu kerikil bisa terlontar hingga mengenai kaca di posisi tersebut," ujar warga itu.

Hingga kini, kepolisian tetap berpegang pada hasil pemeriksaan ilmiah Laboratorium Forensik yang menyatakan tidak terdapat bukti adanya tindak pidana penembakan menggunakan senjata api dalam peristiwa tersebut. (btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
kaca polresta deliserdang rumdis penembakan wakil bupati