Anak SMP Diajak Bangga Kenakan Pakaian Adat Simalungun, Dekranasda Dorong Pelestarian Budaya Lokal

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:30 WIB
Penampilan peserta fashion show mengenakan pakaian adat Simalungun. (Pra Eevasi/Sumut Pos)
Penampilan peserta fashion show mengenakan pakaian adat Simalungun. (Pra Eevasi/Sumut Pos)

 

PEMATANGSIANTAR, Sumutpos.jawapos.com – Semangat melestarikan budaya lokal ditanamkan kepada generasi muda melalui Lomba Fashion Show Pakaian Adat Simalungun tingkat SMP Negeri dan Swasta se-Kota Pematangsiantar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk penampilan, tetapi juga sarana membangun kecintaan pelajar terhadap identitas budaya Simalungun.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pematangsiantar  Liswati Wesly Silalahi mengajak seluruh peserta tampil percaya diri dan bangga mengenakan busana adat Simalungun.

Pesan itu disampaikannya saat membuka lomba yang berlangsung di Aula SMP Budi Mulia, Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, Rabu (22/7/2026).

"Anak-anakku, tampillah dengan penuh percaya diri. Kemenangan sejati bukan semata-mata menjadi juara, tetapi ketika kalian bangga mengenakan identitas adat Simalungun sebagai warisan leluhur," ujar Liswati.

Baca Juga: Pedagang Pasar Sidikalang Tolak Normalisasi ILP, Komisi III DPRD Dairi Minta SK Direksi PD Pasar Dicabut

Atas nama Dekranasda dan Tim Penggerak PKK Kota Pematangsiantar, ia juga mengapresiasi Dinas Pendidikan yang dinilai konsisten menghadirkan kegiatan edukatif untuk memperkenalkan budaya daerah kepada kalangan pelajar.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, melalui Kepala Dinas Pendidikan Syaiful Rizal, menegaskan bahwa budaya Simalungun merupakan bagian penting dari jati diri Kota Pematangsiantar yang harus terus dijaga di tengah derasnya pengaruh budaya modern.

Menurutnya, memperkenalkan pakaian adat seperti Hiou Simalungun, lengkap dengan Gotong dan Bulang, kepada generasi muda merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya.

"Pakaian adat bukan sekadar busana yang indah dikenakan, tetapi simbol kehormatan, identitas, serta warisan leluhur yang mengandung nilai dan filosofi luhur," katanya.

Ia menambahkan, melalui ajang fashion show, para pelajar tidak hanya memperlihatkan keindahan busana tradisional, tetapi juga menunjukkan rasa bangga terhadap budaya daerah.

Kepada seluruh peserta, Syaiful berpesan agar tampil percaya diri dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal untuk semakin mencintai budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: DPRD Soroti SILPA APBD Dairi 2025 Tembus Rp86 Miliar, Bupati: Itu Masih Masa Transisi

"Perlihatkan senyum terbaik dan rasa bangga di atas panggung. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus melestarikan budaya Simalungun," pesannya.

Salah seorang dewan juri, Hotman Damanik, memastikan proses penilaian dilakukan secara profesional dan objektif. Ia menjelaskan bahwa dewan juri hanya menerima nomor peserta tanpa mengetahui identitas sekolah asal masing-masing peserta.

"Kami hanya menerima nomor urut peserta. Penilaian dilakukan secara objektif dan fair. Kami berharap seluruh peserta bertanding dengan sportif," ujarnya.

Hotman didampingi dua juri lainnya, yakni Arif Hidayat Lubis, Putra Kebudayaan Sumatera Utara, serta Kawan Jatinggi Purba, pemerhati pendidikan sekaligus tokoh adat Partuha Maujana Simalungun.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Fakhrudin Sagala menjelaskan bahwa lomba tersebut merupakan bagian dari upaya konkret melestarikan budaya Simalungun di kalangan pelajar.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda secara langsung.

"Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan tata cara berbusana adat Simalungun yang benar, memperkuat karakter pelajar agar menghargai kearifan lokal, sekaligus menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan seni dan budaya," jelasnya.

Baca Juga: Jangan Mau Rugi! Ini Fasilitas Hotel yang Harus Ada untuk Tamu

Lomba diikuti 38 peserta yang tampil berpasangan, mewakili 19 SMP negeri dan swasta di Kota Pematangsiantar.

Selain kompetisi fashion show, acara juga dimeriahkan dengan tarian penyambutan dan Tortor Sombah dari UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar, serta pertunjukan tari multi-etnis dari SMP Yayasan Perguruan Sultan Agung yang semakin memperkuat nuansa pelestarian budaya daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), tokoh adat dan budaya, pengurus TP PKK, kepala sekolah, serta para guru pendamping sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Simalungun.(pra/han)

Editor : Johan Panjaitan
dekranasda pematangsiantar pelestarian budaya pelajar smp simalungun