Warga Lingkar Tambang PT Dairi Prima Mineral Dilatih Bangun UMKM, Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:33 WIB
Perempuan lingkar tambang PT Dairi Prima Mineral dilatih membuat kue tart untuk kemandirian ekonomi keluarga. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)
Perempuan lingkar tambang PT Dairi Prima Mineral dilatih membuat kue tart untuk kemandirian ekonomi keluarga. (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS)

 

DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang melalui program pelatihan berbasis kebutuhan warga. Kali ini, perusahaan menggelar dua pelatihan baru, yakni pertukangan kayu dan pengolahan makanan, sebagai bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Chief Legal and External Relations PT DPM, Radianto Arifin, mengatakan kedua pelatihan tersebut merupakan program baru yang lahir dari hasil needs assessment atau pemetaan kebutuhan masyarakat yang dilakukan tim CSR perusahaan.

"Program ini kami susun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat sehingga pelatihan yang diberikan benar-benar relevan dengan potensi ekonomi lokal dan mampu membuka peluang usaha yang berkelanjutan," ujar Radianto, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga: Banggar DPRD Deliserdang Tegur Keras OPD dan BUMD, Dua Kadis Mangkir, Dua Dirut Datang Tanpa Data

Pelatihan pertukangan kayu dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 12 peserta dari empat desa, yakni Desa Tungtung Batu, Polling Anak-Anak, Longkotan, dan Bongkaras. Sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman dasar di bidang pertukangan maupun pembangunan rumah sehingga pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi dan pengembangan usaha.

Sementara itu, pelatihan pembuatan keripik dan aneka kue basah digelar pada 27–28 Juli 2026 dan diikuti 26 perempuan dari desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok perempuan dalam membangun usaha rumahan berbasis UMKM yang mampu menopang perekonomian keluarga.

Untuk memastikan materi yang diberikan sesuai kebutuhan industri, PT DPM menggandeng sejumlah mitra berpengalaman. Pelatihan pengolahan makanan menghadirkan fasilitator dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindakop) Kabupaten Dairi, sedangkan pelatihan pertukangan bekerja sama dengan Dalihan Natolu (PT Karya Total Mandiri) di Parongil.

Pada pelatihan kuliner, peserta dibekali keterampilan membuat keripik singkong, keripik pisang, hingga berbagai produk kue seperti brownies, bolu tape, dan kue tart yang memiliki nilai jual tinggi.

Baca Juga: Pembunuh Anak di Batang Baruhar Divonis Penjara Seumur Hidup, Tangis Haru Iringi Putusan

Adapun peserta pelatihan pertukangan mendapatkan materi mulai dari pengenalan peluang usaha, penggunaan peralatan manual dan elektrik, pemahaman karakteristik berbagai jenis kayu, hingga praktik pembuatan produk furnitur seperti kursi, meja, lemari, kusen, kanopi, serta berbagai kerajinan berbahan kayu.

Tak hanya mengasah keterampilan teknis, kedua pelatihan tersebut juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai strategi pemasaran, analisis peluang pasar, hingga tata kelola usaha agar mampu berkembang secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.

"Program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat lingkar tambang. Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan praktis yang bernilai ekonomi sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarga," tegas Radianto.

Ia menambahkan, antusiasme peserta menjadi sinyal positif bahwa pelatihan semacam ini memang dibutuhkan masyarakat.

"Kami berharap pelatihan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dengan pelaku usaha lokal yang telah berhasil, sehingga keterampilan warga semakin terasah dan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah serta daya saing," katanya.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Sahmin Bako, peserta pelatihan pertukangan kayu asal Dusun Sopokomil, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang selama ini belum pernah didapatkan.

"Sebelumnya kami hanya mengandalkan keterampilan dasar. Lewat pelatihan ini kami belajar teknik yang lebih baik, bisa berdiskusi dengan pelaku usaha yang sudah berpengalaman, dan semakin termotivasi mengembangkan usaha pertukangan di desa," ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Vivi Aprianti, peserta pelatihan pembuatan kue dari Desa Tungtung Batu. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka peluang baru bagi perempuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha rumahan.

Baca Juga: PSI Binjai Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Pohon Tumbang

"Kami mendapatkan keterampilan baru yang bisa menjadi modal merintis usaha. Terima kasih kepada PT DPM yang menghadirkan program pemberdayaan sesuai kebutuhan masyarakat," ucap Vivi.

Pelatihan ini menjadi langkah awal rangkaian program pemberdayaan kelompok usaha binaan PT DPM. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat, perusahaan berharap lahir semakin banyak pelaku UMKM baru yang tangguh, mandiri, dan mampu menggerakkan roda perekonomian desa di kawasan lingkar tambang.(rud/han)

Editor : Johan Panjaitan
pelatihan lingkar tambang umkm PT Dairi Prima Mineral ukm