NISEL, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang dalam beberapa pekan terakhir dikeluhkan warga.
Melalui rapat koordinasi ketersediaan dan distribusi LPG 3 kilogram se-Kepulauan Nias yang digelar secara virtual, Kamis (6/8), Pemkab Nias Selatan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan tambahan kuota LPG bersubsidi sekaligus mendesak percepatan penyelesaian persoalan distribusi BBM.
Rapat yang diikuti dari ruang kerja Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Selatan di Jalan Arah Sorake Km 5, Teluk Dalam, itu dipimpin langsung Pj Sekda Amsarno S. Sarumaha.
Baca Juga: Trump Mulai Kembalikan Dana Tarif, Demokrat Minta Uangnya untuk Rakyat
Dalam forum tersebut, Amsarno menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat, termasuk keluhan yang ramai disuarakan melalui media sosial mengenai sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram.
Menurutnya, kuota LPG bersubsidi yang diterima Nias Selatan saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pada 2026, daerah itu hanya memperoleh alokasi sekitar 2.998 metrik ton (MT), jauh di bawah kebutuhan riil yang telah diusulkan pemerintah daerah sejak tahun sebelumnya.
Padahal, pada 2025 Pemkab Nias Selatan telah mengajukan kebutuhan sebesar 8.164 MT.
Baca Juga: BGN Tak Main-main, Pelaku Sabotase Program MBG Terancam Dipidana
Melihat kesenjangan tersebut, pemerintah daerah kembali mengusulkan tambahan alokasi sebesar 2.500 MT pada Agustus 2026.
"Demi memastikan kebutuhan harian masyarakat tetap terpenuhi, Pemkab Nias Selatan kembali mengusulkan tambahan alokasi LPG 3 kilogram sebesar 2.500 MT. Penambahan ini sangat penting mengingat wilayah Nias Selatan mencakup hampir separuh Pulau Nias," ujar Amsarno.
Benahi Data dan Perkuat Distribusi
Selain meminta penambahan kuota, Pemkab Nias Selatan juga menyoroti persoalan data administratif yang dinilai menjadi salah satu penyebab minimnya alokasi LPG bersubsidi.
Amsarno mengungkapkan, data pemerintah pusat masih mencatat Nias Selatan hanya memiliki 135 desa.
Padahal, secara administratif kabupaten tersebut memiliki 459 desa dan dua kelurahan.
Menurutnya, perbedaan data tersebut berdampak langsung terhadap perhitungan kebutuhan LPG maupun penyediaan jaringan distribusi di daerah.
Karena itu, Pemkab meminta pemerintah pusat segera melakukan pembaruan data agar alokasi LPG bersubsidi lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Baca Juga: Harga Mati! Timnas Indonesia Wajib Tumbangkan Singapura
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan jumlah agen dan pangkalan LPG.
Saat ini, Nias Selatan hanya memiliki dua agen dan sekitar 231 pangkalan, jumlah yang dinilai belum memadai untuk melayani wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang menantang.
"Penambahan agen dan pangkalan penting agar distribusi LPG bersubsidi dapat menjangkau seluruh desa secara merata dan tepat sasaran," katanya.
Sebagai bentuk pengawasan, Pemkab Nias Selatan juga telah menerbitkan Surat Edaran tentang Pengawasan LPG Bersubsidi sejak 2025 guna memastikan distribusi berlangsung sesuai ketentuan.
Minta Pertamina Atasi Antrean BBM
Tak hanya menyoroti persoalan LPG, Pemkab Nias Selatan juga membawa isu antrean panjang kendaraan di SPBU Teluk Dalam yang telah berlangsung sekitar tiga pekan terakhir.
Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat sekaligus berdampak terhadap roda perekonomian daerah.
Baca Juga: Julian Alvarez Tak Akan Berontak, Tapi Siap Tekan Atletico Demi Barcelona
Karena itu, pemerintah daerah mendesak PT Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi BBM.
Pemkab berharap dilakukan optimalisasi pelayanan, pengaturan jam operasional SPBU yang lebih efektif, serta langkah-langkah lain agar pasokan BBM kembali lancar dan antrean kendaraan dapat segera terurai.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Nias Selatan.
Melalui forum tersebut, Pemkab Nias Selatan menegaskan akan terus mengawal pemenuhan kebutuhan energi masyarakat sekaligus memastikan distribusi LPG bersubsidi maupun BBM berjalan lebih merata, lancar, dan tepat sasaran.(eri/han)
Editor : Johan Panjaitan