Sinabung Naik Level, Pemkab Karo Matangkan Evakuasi dan Siapkan Lokasi Pengungsian

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:24 WIB
RAPAT: Forkopimda menggelar rapat gabungan penanganan erupsi Gunung Sinabung. (Solideo/Sumut Pos)
RAPAT: Forkopimda menggelar rapat gabungan penanganan erupsi Gunung Sinabung. (Solideo/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Karo mulai memperketat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama seiring potensi meningkatnya aktivitas vulkanik gunung api tersebut.

Langkah antisipasi itu dibahas dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo. Rapat tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan yang sama apabila situasi mengharuskan dilakukannya evakuasi warga.

Baca Juga: ASN Langkat Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital, Pelayanan Publik Tak Boleh Tertinggal

Sejumlah kebutuhan mendasar menjadi perhatian, mulai dari lokasi pengungsian, posko darurat, pelayanan kesehatan, kendaraan evakuasi hingga ketersediaan logistik.

Pemkab Karo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait telah memetakan sejumlah titik yang dipersiapkan sebagai lokasi pengungsian jika evakuasi sewaktu-waktu harus dilakukan.

Bagi warga Desa Kuta Tengah, lokasi pengungsian disiapkan di Desa Sukatepu, Losd dan KDMP. Sementara masyarakat dari wilayah Payung akan diarahkan ke Losd Laubuh, Desa Batukarang.

Selain lokasi pengungsian, pemerintah juga menyiapkan Pos Darurat di Kantor Camat Payung serta Pos Darurat Simpang Tigakicat untuk memperkuat koordinasi dan penanganan apabila kondisi di lapangan mengalami perubahan.

Kesehatan hingga Transportasi Disiapkan

Kesiapan tidak hanya menyangkut tempat berlindung. Pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga selama berada di lokasi pengungsian mendapat perhatian.

Untuk pelayanan kesehatan, Puskesmas dan tenaga kesehatan ditempatkan di setiap posko pengungsian. Kehadiran tenaga medis tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan sekaligus memungkinkan pemantauan kondisi warga selama berada di pengungsian.

Sementara untuk mendukung proses evakuasi, kendaraan telah disiapkan dan ditempatkan di sejumlah titik desa yang telah ditentukan.

BPBD Karo bersama unsur terkait akan terus memastikan kesiapan sarana, personel maupun jalur evakuasi. Setiap komponen diminta memahami peran masing-masing sehingga apabila evakuasi diperlukan, prosesnya dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Baca Juga: N Three Kisaran Juara Bupati Cup II Batu Bara

Persoalan logistik juga masuk dalam skema kesiapsiagaan. SPPG dilibatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, sementara Perum Bulog menyiapkan ketersediaan beras bagi warga yang terdampak maupun masyarakat yang nantinya berada di lokasi pengungsian.

Sekolah Diliburkan, Pembelajaran Disiapkan Secara Daring

Dampak potensi peningkatan aktivitas Sinabung juga diantisipasi pada sektor pendidikan.

Pemkab Karo mengambil langkah preventif dengan meliburkan kegiatan sekolah selama dua hari. Masa tersebut akan dimanfaatkan untuk mempersiapkan skema pembelajaran daring serta sekolah lapang apabila kondisi mengharuskan kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan perkembangan situasi.

Langkah ini dilakukan agar keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pendidikan.

Di tengah meningkatnya kewaspadaan, Forkopimda Karo memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan. Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan dan berbagai instansi terkait diminta tetap bergerak dalam satu garis komando penanganan.

Baca Juga: Seluruh Fraksi DPRD Nisel Setujui Ranperda P-APBD 2026, Belanja Daerah Naik 6,88 Persen

Namun, kesiapsiagaan tidak berarti masyarakat harus panik.

Pemkab Karo mengimbau warga tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas. Masyarakat diminta mengikuti arahan serta rekomendasi pemerintah dan petugas di lapangan.

Perkembangan aktivitas Gunung Sinabung akan terus dipantau. Setiap langkah penanganan akan disesuaikan dengan kondisi terkini dan rekomendasi dari pihak berwenang.(deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
naik level posko logistik gunung sinabung pengungsian