DAIRI, Sumutpos.jawapos.com – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) kembali memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kali ini, perhatian diarahkan pada Kelompok Binaan Sinaok, Desa Tuntung Batu, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, yang bergerak dalam usaha produksi bubuk kopi.
Melalui program pelatihan peningkatan kapasitas, delapan anggota kelompok yang seluruhnya merupakan perempuan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sekaligus kapasitas produksi kopi.
Pelatihan berlangsung di Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) milik Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Dairi, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Senin (7/9/2026).
Superintendent External PT DPM, Meriah Tinambunan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Baca Juga: SSB Singalor Lau United Menang di Laga Perdana 8 Besar Piala Soeratin U-15 Sumut
Menurutnya, PT DPM tidak menjalankan program tersebut sendiri. Perusahaan menggandeng Disperindagkop dan UKM Dairi sebagai mitra yang memiliki kompetensi untuk meningkatkan kapasitas kelompok binaan.
“Kami tidak bergerak sendiri. Kita mencari mitra yang berkompeten, yakni Dinas Perindagkop dan UKM. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas ibu-ibu yang selama ini sudah memproduksi kopi secara manual,” ujar Meriah.
Tinggalkan Cara Tradisional, Kenalkan Mesin Roasting
Selama ini, Kelompok Binaan Sinaok telah memproduksi bubuk kopi secara mandiri. Namun, proses pengolahannya masih dilakukan secara tradisional, terutama pada tahap sangrai atau roasting biji kopi.
Melalui pelatihan tersebut, para anggota kelompok diperkenalkan dengan teknik pengolahan menggunakan mesin roasting. Materi disampaikan Valentino Bintang yang dihadirkan sebagai konsultan kopi.
Meriah berharap pengetahuan baru tersebut dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus kualitas produk kopi Sinaok.
“Melalui pelatihan ini, narasumber yang kita hadirkan akan memberikan pengetahuan cara pengolahan bubuk kopi menggunakan mesin roasting, sehingga dapat meningkatkan kapasitas untuk kemandirian ekonomi dan produksi mereka,” katanya.
Baca Juga: Nias Selatan, Nias Barat dan Langkat Banjir, Pakpak Bharat Alami Longsor
Tak hanya soal produksi, PT DPM bersama Disperindagkop dan UKM Dairi juga mendorong kelompok tersebut memperkuat aspek legalitas produknya. Fasilitasi pengurusan perizinan usaha dan sertifikasi halal akan menjadi bagian dari pengembangan produk ke depan.
“Untuk legalitas dan label halal produk bubuk kopi Sinaok, kita menggandeng Disperindagkop untuk memfasilitasi mereka dalam pengurusan izin ke depannya. Pelatihan berlangsung selama satu hari,” jelas Meriah.
Kualitas Kopi Dimulai dari Biji
Kepala Disperindagkop dan UKM Dairi, Fatimah Boangmanalu, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha kopi tidak cukup hanya dengan meningkatkan teknik produksi, tetapi juga harus dimulai dari pemilihan bahan baku yang tepat.
Ia menilai produk bubuk kopi yang dihasilkan Kelompok Sinaok masih membutuhkan sentuhan teknis dari tenaga ahli agar kualitas dan cita rasanya semakin konsisten.
Selama ini, selain masih menggunakan metode pengolahan tradisional, kelompok tersebut juga memperoleh bahan baku biji kopi dari pasar.
Baca Juga: Gugatan Rektor, Ketua Senat serta Direktur APP UDA Ditolak PN Medan
“Lewat pelatihan ini, mereka akan diajari bagaimana mengolah kopi menggunakan mesin roasting. Mereka juga akan mendapat pelatihan packing, hingga pengurusan izin berusaha untuk mendapatkan label,” kata Fatimah.
Dengan peningkatan pengetahuan mulai dari pemilihan biji, proses roasting hingga pengemasan, produk kopi Sinaok diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dan nilai jual yang semakin tinggi.
PT DPM Dorong UMKM Naik Kelas
Deputy External Relations Manager PT DPM, Baiq Idayani, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung penguatan kapasitas pelaku UMKM di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pelatihan dasar, tetapi harus diarahkan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kelompok UMKM binaan Sinaok tidak hanya memiliki keterampilan dasar pengolahan kopi yang lebih baik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah produknya, sehingga bisa bersaing dengan kopi yang sudah dikenal di pasar,” ujar Baiq.
Baca Juga: Inalum Kerahkan Tim Pemadam Grup MIND ID Tangani Karhutla di Mempawah
Ia menambahkan, keberlanjutan program pemberdayaan membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan pelaku usaha.
“Kami percaya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Dairi, dalam hal ini Disperindagkop, Dekranasda, dan pelaku usaha seperti Barung-Barung Coffee, menjadi kunci agar pemberdayaan UMKM dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.(rud/han)
Editor : Johan Panjaitan