Cuaca Buruk Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah Sumut

Juli Rambe • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:32 WIB
BANJIR: Beberapa daerah di Sumatera Utara terjadi banjir. BPBD Sumut, sedikitnya enam kabupaten terdampak bencana dalam beberapa hari terakhir.(Dok : BPBD Sumut)
BANJIR: Beberapa daerah di Sumatera Utara terjadi banjir. BPBD Sumut, sedikitnya enam kabupaten terdampak bencana dalam beberapa hari terakhir.(Dok : BPBD Sumut)

 

MEDAN, SUMUT POS- Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumut, sedikitnya enam kabupaten terdampak bencana dalam beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan, penanganan bencana masih dilakukan pemerintah daerah bersama masyarakat di sejumlah lokasi terdampak.

Baca Juga: Warga Marelan Jadi Peredaran Narkoba Lintas Negara, Bawa 4.816 Butir Ekstasi dan 250 Pod Getar dari

“Masih dalam penanganan oleh pemerintah setempat dan masyarakat,” ucap Tuahta saat memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Rabu (9/9/2026).

Di Kabupaten Batubara, banjir terjadi di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, setelah Sungai Gambus meluap pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Banjir merendam 211 rumah warga dengan ketinggian air sekitar 15 hingga 30 sentimeter.

BPBD menyebut tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian tersebut. Pemerintah daerah telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan mendirikan dua tenda untuk posko kesehatan serta pengungsian.

Sementara di Kabupaten Nias, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan longsor dan badan jalan amblas di Desa Dima, Kecamatan Hiliduho. Akibatnya, satu rumah warga terancam dan sekitar 100 meter jalan penghubung desa mengalami kerusakan sedang.

Di Kabupaten Deliserdang, bencana banjir terjadi di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan. Air menggenangi jalan dan hampir memasuki permukiman warga dengan ketinggian sekitar 15 hingga 55 sentimeter.

“Kondisi tersebut menyebabkan debit air berpotensi mengalami peningkatan apabila hujan terus berlanjut,” tulis laporan tersebut.

Selain banjir, longsor juga memutus ruas jalan provinsi di Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu. Longsor terjadi di sekitar jembatan sebelum Polsek STM Hulu pada Selasa (8/9/2026) dini hari.

Material longsor membuat badan jalan semakin terkikis hingga terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun masyarakat. Jalan alternatif sepanjang sekitar 1,2 kilometer masih dalam pengerjaan dan belum dapat digunakan.

Di Kabupaten Nias Selatan, banjir masih merendam sejumlah wilayah di lima kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan lumpuh dan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.

Longsor juga terjadi di tiga desa di Kecamatan Fanayama. Material longsor menimbun jalan utama dan memutus akses penghubung hingga mengisolasi tujuh desa. Kondisi tanah di bawah jembatan juga berubah sehingga mengancam ketahanan struktur jembatan.

Sementara di Kabupaten Nias Barat, banjir yang terjadi sejak Minggu (6/9/2026) berdampak terhadap 595 kepala keluarga (KK). Air bahkan dilaporkan masuk ke rumah warga hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Banjir juga berdampak terhadap sawah dan irigasi pertanian, merusak akses jalan masyarakat serta satu unit jembatan gantung. Pemerintah Kabupaten Nias Barat telah menyiapkan posko komando, empat titik pelayanan kesehatan dan merencanakan pendirian dapur umum di empat lokasi.

Di Kabupaten Langkat, banjir melanda lima kecamatan akibat tingginya debit Sungai Batang Serangan setelah hujan deras selama dua hari. Total sekitar 3.270 KK terdampak dengan ketinggian air bervariasi hingga satu meter.

Sebanyak enam KK mengungsi di Masjid Al-Makmur. BPBD juga menyiagakan personel, perahu dan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi memburuk.

“Ketinggian air terpantau bertahan,” demikian kondisi terkini yang dicatat Pusdalops PB BPBD Sumut.

Selain banjir, longsor susulan di Kecamatan Salapian, Langkat, menyebabkan badan jalan rusak dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Petugas saat ini melakukan pengaturan arus lalu lintas secara contra flow.

BPBD Sumut terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten terdampak untuk mendukung penanganan bencana, termasuk melalui bantuan personel, logistik dan sarana pendukung di lapangan. (san/ram)

Editor : Juli Rambe
banjir di sumut banjir