Warga Ngadu ke Gibran, Karo Darurat Judi dan Narkoba

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 12:00 WIB
Gibran saat berada di RS Efarina Berastagi. (Solideo/Sumut Pos)
Gibran saat berada di RS Efarina Berastagi. (Solideo/Sumut Pos)

 

KARO, Sumutpos.jawapos.com – Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Karo untuk menjenguk korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di RS Efarina Etaham Berastagi, Jumat (11/9), diwarnai keluhan warga.

Di tengah kerumunan warga yang menyambut kedatangannya, Gibran menerima laporan langsung terkait maraknya peredaran narkoba dan praktik perjudian yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Tanah Karo.

Keluhan itu disampaikan Fedro Ginting, warga sekaligus penggiat antinarkoba dan antijudi di Kabupaten Karo. Fedro menerobos kerumunan untuk menyampaikan kondisi tersebut secara langsung kepada Gibran sebelum orang nomor dua di Indonesia itu meninggalkan rumah sakit.

“Kabupaten Karo darurat narkoba dan judi, Pak. Sangat luar biasa narkoba dan judi di Tanah Karo ini,” ujar Fedro.

Baca Juga: Cristante Samai Rekor De Rossi, Kapten AS Roma Cetak Gol di Liga Champions

Sejumlah warga yang berada di lokasi turut mengamini pernyataan tersebut.

Gibran yang mendengar laporan itu tampak terkejut. Ia kemudian memastikan kembali kondisi yang disampaikan warga tersebut.

“Marak?” tanya Gibran.

“Sangat luar biasa narkoba dan judi di Kabupaten Karo. Sudah sangat mengkhawatirkan,” jawab Fedro.

Klaim Sudah Dilaporkan ke Gubernur

Fedro kemudian menyampaikan bahwa persoalan narkoba dan perjudian tersebut telah menjadi keresahan masyarakat. Ia juga menyebut masyarakat Karo merupakan bagian dari pemilih Prabowo-Gibran pada Pilpres lalu.

Namun, menurutnya, kondisi di Tanah Karo saat ini justru semakin memprihatinkan akibat maraknya kedua persoalan tersebut.

“Saya sudah komunikasi juga dengan Pak Gubsu dan melaporkan hal ini. Sudah terganggu semua warga Karo ini karena maraknya judi dan narkoba ini,” tegasnya.

Pernyataan itu kembali mendapat dukungan dari warga yang berada di sekitar lokasi.

“Iya, Pak,” sahut sejumlah warga.

Baca Juga: no na Rilis “Lagu” 13 Menit, Siapkan Pop-Up Experience Jelang Album Perdana

Fedro mengatakan dirinya tidak berhenti menyuarakan persoalan tersebut, termasuk melalui media sosial. Namun, ia mengaku belum memperoleh respons yang diharapkan dari aparat penegak hukum.

Bahkan, ia mengaku mendapat ancaman akibat keberaniannya menyuarakan persoalan tersebut.

“Saya mau dibunuh, diancam,” lapornya kepada Gibran.

Gibran Janji Sampaikan ke Kapolda

Mendengar laporan tersebut, Gibran menyatakan akan meminta Kapolda Sumatera Utara menindaklanjuti persoalan yang disampaikan warga Karo.

“Nanti saya minta diurus sama Kapoldasu,” tegas Gibran.

Pernyataan itu langsung disambut antusias warga yang berada di sekitar rumah sakit.

“Hidup Gibran! Hidup Gibran! Hidup Gibran!” teriak warga.

Tak lama kemudian, Gibran bersama rombongan berpamitan kepada warga dan meninggalkan RS Efarina Etaham Berastagi.(deo/han)

Editor : Johan Panjaitan
kapolda judi Wapres Gibran media sosial narkoba