STABAT, Sumutpos.jawapos.com-Kondisi sejumlah titik Jalan Lintas Medan-Banda Aceh di Kabupaten Langkat kembali menuai sorotan. Jalan nasional yang tengah menjalani pekerjaan preservasi itu justru dikeluhkan masyarakat karena sejumlah ruas telah dikeruk, namun belum segera kembali dilapisi aspal.
Kondisi permukaan jalan yang tidak rata, bergelombang hingga bergerigi dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan yang melintas pada malam hari maupun saat kondisi lalu lintas padat.
Keluhan tersebut akhirnya mendorong digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), DPRD Langkat, serta Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN) Institute Sumut.
Dalam pembahasan tersebut, masyarakat mendesak adanya kejelasan terkait status dan progres pekerjaan, terutama pada titik-titik jalan yang telah dikupas tetapi belum mendapatkan lapisan aspal.
Baca Juga: Patroli Dini Hari, Polisi Amankan 4 Motor dan Sejumlah Remaja Diduga Hendak Balap Liar
Hasil RDP menyebutkan, pekerjaan preservasi ruas Jalan Pangkalansusu-Tanjungpura hingga batas Kota Binjai ditargetkan kembali dilanjutkan pada akhir September 2026.
Sementara itu, kondisi jalan nasional tersebut hingga kini masih menjadi perhatian. Ruas yang permukaannya telah dikupas membuat perjalanan pengendara tidak nyaman dan pada sejumlah titik berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Nilai pekerjaan perbaikan jalan nasional tersebut mencapai sekitar Rp69,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Koordinator LAWAN Institute Sumut, Abdul Rahim Daulay, meminta BBPJN Sumatera Utara bersama PPK memberikan penjelasan terbuka mengenai status, tahapan, serta progres pekerjaan.
Menurut Rahim, masyarakat berhak mendapatkan kepastian mengenai kapan pekerjaan dilanjutkan, termasuk alasan sejumlah titik yang telah dikeruk belum kembali mendapatkan lapisan aspal.
"Informasi mengenai jadwal dan progres pekerjaan penting disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui perkembangan perbaikan jalan tersebut," ujar Rahim, akhir pekan kemarin.
Baca Juga: Saipul Bahri Ajak Warga Bagan Deli Tertib Adminduk, Jangan Sepelekan Identitas Kependudukan
Selain persoalan progres, Rahim menyoroti aspek keselamatan. Ia meminta setiap kondisi jalan yang tidak rata, bergelombang maupun bergerigi selama proses pekerjaan segera diantisipasi dengan pengamanan yang memadai.
"Kami meminta kondisi permukaan jalan yang tidak rata, bergelombang atau bergerigi selama proses pekerjaan mendapat perhatian dan dilengkapi langkah pengamanan yang memadai bagi pengguna jalan," tegasnya.
Menurut Rahim, pekerjaan dengan nilai anggaran cukup besar harus berbanding lurus dengan kualitas pelaksanaan di lapangan. Karena itu, BBPJN dan PPK didorong melakukan pengawasan melekat serta evaluasi terhadap kualitas pekerjaan.
Bukan sekadar mengejar penyelesaian, hasil pekerjaan juga harus memenuhi ketentuan teknis sehingga perbaikan jalan benar-benar memberikan manfaat dan memiliki daya tahan yang baik.
Baca Juga: Como vs Parma di Liga Italia: Lariani Siap Hancurkan Perlawanan Tim Tamu
Rahim juga mendorong adanya peninjauan lapangan secara bersama-sama yang melibatkan DPRD Langkat, BBPJN Sumatera Utara, PPK, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat.
"Peninjauan tersebut diperlukan untuk melihat kondisi faktual jalan sekaligus mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan penanganan," katanya.
Sementara itu, RDP tersebut turut dihadiri tiga anggota Komisi IV DPRD Langkat, salah satunya Rahmanuddin Rangkuti.
Ia berharap pembahasan tidak berhenti sebatas forum rapat. Hasil RDP harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan, terutama percepatan pekerjaan dan pengamanan pengguna jalan.
"Kami berharap pembahasan dalam RDP tidak berhenti pada forum tersebut, tetapi ditindaklanjuti melalui percepatan pekerjaan, pengamanan bagi pengguna jalan, serta APH melakukan pengawasan terhadap kualitas hasil perbaikan," tukasnya. (ted/han)
Editor : Johan Panjaitan