Bakamla Bangun SPKKL Rp34 Miliar di Nias Selatan, Perkuat Pengawasan Perairan Terluar

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla foto bersama dengan Bupati Nias Selatan, Wakil Ketua DPRD Nisel, dan Rekanan. (Eriusman Duha)
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla foto bersama dengan Bupati Nias Selatan, Wakil Ketua DPRD Nisel, dan Rekanan. (Eriusman Duha)

 

NISEL, Sumutpos.jawapos.com – Kehadiran negara di wilayah perairan Nias Selatan diperkuat. Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) mulai membangun Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Alo'oa, Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla, Selasa (15/9/2026).

Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam memperkuat pemantauan keamanan dan keselamatan laut di kawasan Nias dan sekitarnya. Posisi geografis Nias yang berada di wilayah terluar Indonesia dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat pengawasan perairan menjadi kebutuhan strategis.

“Nias ini posisinya sangat strategis, merupakan pulau terluar dan kita perlu melaksanakan pemantauan serta menjaga keamanan dan keselamatan di perairan di sini,” ujar Irvansyah kepada awak media seusai peletakan batu pertama.

Baca Juga: Korban MBG Minta Kompensasi, Ketua DPRD Karo Desak BGN Segera Bertindak

Sejumlah pejabat Bakamla, pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur penegak hukum turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Zona Bakamla Barat Laksamana Pertama TNI Bambang Trijanto, Kepala Biro Perencanaan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Budi Santosa, Kepala Biro Sarana dan Prasarana Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Agung Setiawan, Direktur Data dan Informasi Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Sigit Winarko, serta Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia.

Dibangun Lima Bulan, Anggaran Rp34 Miliar

Irvansyah mengatakan pembangunan SPKKL di Nias Selatan merupakan bagian dari penguatan infrastruktur Bakamla secara nasional.

Menurutnya, Bakamla saat ini tengah membangun sekitar 35 SPKKL di berbagai wilayah Indonesia hingga Papua. Untuk SPKKL Nias Selatan, pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar lima bulan dengan anggaran sekitar Rp34 miliar.

“Uang rakyat juga. Mudah-mudahan uangnya bisa bermanfaat, jadinya juga bagus,” katanya.

Ia menegaskan pembangunan fasilitas tersebut tidak boleh sekadar menghasilkan bangunan secara fisik. Keberadaannya harus memberikan manfaat nyata bagi penguatan pengawasan laut sekaligus masyarakat di sekitarnya.

Menariknya, pengerjaan pembangunan juga melibatkan putra daerah Nias. Bakamla berharap keterlibatan masyarakat lokal dapat menjadi bagian dari kontribusi pembangunan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

Baca Juga: Punya Firasat Kuat! 6 Zodiak Ini Konon Bisa Rasakan Bahaya Sebelum Terjadi

Untuk mendukung operasional SPKKL, Bakamla telah menyiapkan enam personel pada tahap awal. Keenamnya disebut merupakan putra asli Nias.

Bakamla juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk bergabung dan nantinya menjadi bagian dari personel yang mengawaki fasilitas tersebut.

“Saya juga memberikan kesempatan masyarakat untuk bisa bergabung dengan Bakamla yang nantinya bisa mengawaki SPKKL yang sudah kita bangun ini,” ujar Irvansyah.

Waspadai Penyelundupan hingga Pencurian Ikan

Penguatan pengawasan dinilai semakin penting karena perairan Nias tidak hanya memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar, tetapi juga menghadapi sejumlah potensi ancaman.

Irvansyah menyebut aktivitas perikanan menjadi salah satu perhatian utama. Lalu lintas kapal di perairan lepas juga perlu diawasi, termasuk kemungkinan pemanfaatan jalur laut untuk aktivitas ilegal.

Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah penyelundupan narkotika melalui jalur laut.

“Narkoba ini pedagangnya punya banyak uang. Mereka bisa pakai kapal. Ada narkoba yang diselundupkan dengan kapal selam, ada yang pakai udara,” katanya.

Karena itu, keberadaan SPKKL di Nias Selatan diharapkan mampu memperkuat sistem pemantauan dan mempercepat respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun keselamatan di laut.

Namun, orientasi Bakamla tidak berhenti pada aspek keamanan.

Irvansyah mengatakan keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Kehadiran personel dan aktivitas kelembagaan di daerah diharapkan ikut menggerakkan perekonomian lokal.

Baca Juga: Kerak Gosong di Wajan Stainless Steel Bikin Kesal? Coba Trik 3 Menit Ini, Hasilnya Bikin Kaget

Bakamla, lanjutnya, juga ingin mendorong masyarakat nelayan agar aktivitas perikanan berkembang lebih produktif dan memiliki daya saing hingga pasar ekspor.

“Kita juga akan coba merencanakan untuk menghidupkan masyarakat nelayan dan masyarakat pesisir supaya kehidupan lebih meningkat, kemudian produksi juga meningkat, perikanan juga maju sampai bisa ekspor,” ujarnya.

Menurut Irvansyah, keberpihakan terhadap masyarakat nelayan penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Pengamanan laut harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut.

Pemkab Nisel Sambut Penguatan Kehadiran Negara

Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyambut baik pembangunan SPKKL tersebut. Menurutnya, fasilitas Bakamla bukan sekadar bangunan, melainkan simbol semakin kuatnya kehadiran negara di wilayah perairan Nias Selatan.

“Kami berharap kehadiran SPKKL ini tidak hanya menjadi sebuah bangunan, tetapi menjadi simbol hadirnya negara dalam menjaga wilayah perairan dan melindungi masyarakatnya,” kata Sokhiatulo.

Ia menilai pembangunan SPKKL memiliki arti strategis bagi Nias Selatan yang memiliki wilayah perairan luas dan berada di kawasan yang berhadapan langsung dengan jalur perairan strategis.

Pemerintah daerah, kata dia, siap memperkuat sinergi dengan Bakamla, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut.

Sokhiatulo juga berharap keberadaan SPKKL dapat memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kapal sekaligus mencegah potensi pencurian hasil laut oleh pihak dari luar wilayah.

Bagi masyarakat pesisir, kehadiran institusi Bakamla di Nias Selatan diharapkan memberikan rasa aman sekaligus memastikan potensi laut dapat dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Laut aman, masyarakat terlindungi, Nias Selatan rumah kita, semakin maju,” pungkas Sokhiatulo. (eri/han)

Editor : Johan Panjaitan
spkkl perairan terluar pengawasan bakamla ri